Yogyakarta (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem dan suhu udara panas menyebabkan banyak penyakit rentan datang. Beberapa daerah di kawasan DIY seperti Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta mengeluhkan banyak siswanya terkena cacar air. Meski demikian Dinas Kesehatan (Dinkes) belum menerapkan status wabah pada penyakit yang muncul di saat cuaca ekstrem ini.
Adapun penularan cacar air ini sangat cepat dan rentan terjadi pada usia anak sekolah sejak TK, SD hingga SMP.
Termasuk di Kabupaten Bantul diinformasikan banyak siswa SD terserang penyakit cacar air. Dari informasi yang beredar, tak hanya satu atau dua siswa saja yang terkena cacar air, melainkan belasan siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Tri Widyantara, Jumat (13/10/2023) mengaku cacar air memang rawan menyerang dalam kondisi saat ini. Ia menyatakan laporan mengenai kasus cacar air yang masuk ke Dinkes berlangsung sejak 5 Oktober 2023 silam. “Laporan itu masuk ke kami pada 5 Oktober 2023. Lokasinya ada di salah satu sekolah di Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul. Dari laporan awal itu ada 14 anak yang terkena cacar air,” katanya.
Namun laporan sekolah hanya satu laporan ini meski dimungkinkan potensi kasus cacar air yang tak melapor juga tinggi. Setelah dilakukan penyelidikan secara epidemiologi, ternyata ada 18 siswa di SD tersebut yang terkena cacar air dengan rincian 16 siswa di kelas 3, 1 siswa di kelas 4, dan 1 siswa di kelas 5.
Saat disinggung mengenai awal temuan penyakit tersebut secara rinci, Agus memilih untuk tidak membeberkannya. Akan tetapi, penyakit cacar air itu muncul disebabkan oleh penyebaran virus Varicella zoster. “Jadi itu virus yang ditularkan melalui sentuhan kulit yang terinfeksi. Sehingga, dari awal laporan hanya ada 14 anak, tapi ketika dilakukan pelacakan ada 18 anak,” jelas dia.
Agus berharap kepada masyarakat terutama para orang tua untuk tidak panik apabila anaknya terkena cacar air. Pasalnya, penyakit tersebut tidak terlalu membahayakan manusia. “Penyakit itu relatif ringan ya. Jadi, bagi penderita cacar air, mungkin tiga hari awal hanya terasa demam dan timbul bintik-bintik kecil berwarna merah di kulit yang kemudian menjadi gelembung berisi carian. Selang beberapa waktu akan mengering dan sembuh,” tutur Agus.
Adapun penanganan cacar air itu dapat dilakukan dengan cara memberikan waktu istirahat hingga memberikan makanan bergizi. Sebab, penyakit itu muncul dari imunitas tubuh. Jika ketahanan tubuh sedang turun maka penyakit ini mudah menyerang. “Jadi, sebisa mungkin kepada para orang tua atau masyarakat, ketika ditemukan kasus cacar air jangan panik. Sebisa mungkin diberikan waktu untuk beristirahat agar tidak menular kepada orang lain,” jelasnya.
Cacar air atau Varisela merupakan salah satu penyakit yang umumnya muncul pada masa anak-anak. Selain mudah menular dari satu orang ke orang lainnya, penyakit cacar air juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di kulit akibat munculnya lenting berisi air yang terasa gatal dan panas.
Pasien akan mengalami panas atau demam dengan durasi kisaran 7 hari kemudian disusul kemunculan lenting kemerahan sekujur tubuh. “Maka kondisi tubuh harus fit dan dijaga supaya tidak ikut drop,” jelasnya. (aje/kun)
BACA JUGA: Ruas Jalur JJLS Kelok 18 yang Hubungkan DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur Mulai Dibangun






