Ponorogo (beritajatim.com) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Legi Ponorogo. Mereka coba mengecek harga bahan pokok di pasar tradisional kebanggaan warga Ponorogo tersebut, salah satu komoditi beras.
“Kita lihat harga-harga beras di Pasar Legi Ponorogo ini. Di sini beras medium harganya dikisaran Rp12 ribu per kilogramnya. Di tempat-tempat lain malah ada yang harganya Rp13 ribu,” kata Deputi III bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, Kamis (12/10/2023).
Terkait harga beras ini, kata Andriko, Pemerintah melalui Bulog sudah melakukan upaya penting untuk melakukan penstabilan harga. Yakni salah satu yang dilakukan dengan penyaluran bantuan beras program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 10 kilogram kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
“Jadi ini ada penyaluran bantuan pangan berupa beras seberat 10 kilogram kepada KPM,” katanya.
BACA JUGA:
Santri Milenial di Ponorogo Gelar Doa Bersama Dukung Mas Gibran dalam Pilpres 2024
Penyaluran bantuan pangan beras seberat 10 kilogram ini, akan dilakukan selama 3 bulan. Yakni mulai bulan September, Oktober dan terakhir bulan Nopember.
“Karena ini bantuan ya gratis, mudah-mudahan dikirim tepat waktu,” katanya.
Upaya penstabilan lainnya yang dilakukan yakni sudah ditentukannya harga beras SPHP di pasar tradisional menyesuaikan harga di 3 zona di Indonesia. Beras dari Bulog ini, kata Andriko banyak diminati oleh masyarakat, sebab harganya yang cukup murah dibandingkan yang lainnya.
“Masyarakat ini membutuhkan beras, kasihan jika harganya naik,” katanya.
BACA JUGA:
Satu Desa di Ponorogo Tunggak Pajak Hingga Puluhan Juta
Andriko menambahkan bahwa ada 2 instrumen yang penting, yang sekarang dikerjakan supaya harganya aman. Yakni dengan segera untuk meningkatkan produksi dan mengoptimalkan air tanah.
“Dua instrumen itu, bisa mempengaruhi untuk menjadikan beras aman,” pungkasnya. [end/beq]






