Malang (beritajatim.com) – Setelah lulus dari pascasarjana edukasi dan manajemen diabetes dari Australia, Ns. Ahmad Hasyim Wibisono, M.Kep, MNg memutuskan untuk kembali ke Malang untuk membangun sebuah usaha.
Berdasarkan pengalaman yang dimiliki, pria yang akrab disapa hasyim itu kemudian terpikir untuk membangun sebuah usaha.
Melalui pengalaman yang dimiliki, ia kerap menemukan pasien dengan berbagai macam karakter sedang menghadapi penyakit diabetes. Bahkan, tak jarang, mereka justru sudah mendapat vonis dokter untuk melakukan amputasi pada kakinya.
Hal tersebut membuat hati Hasyim tergerak. Ia ingin menciptakan solusi bagi pasien diabetes untuk menyembuhkan luka diabetes tanpa operasi. Untuk itulah, pada tahun 2015 ia mendirikan PedisCare.
“Saat membangun bisnis ini, memang penuh tantangan. Hal ini sangat asing bagi masyarakat. Sehingga, kami betul-betul struggling untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat,” kata dia.
Tak hanya seputar edukasi, Hasyim menyebut, tak sedikit pasien penderita diabetes merupakan masyarakat tidak mampu. Sehingga, saat pandemi, ia mencari cara untuk membantu pasien itu.
“Saat pandemi, kami menggelar seminar donasi dengan pembicara internasional. Dari situ, kami mendapat hasil yang lumayan, sekitar Rp 20 juta lebih. Uangnya kami gunakan untuk pengobatan pasien diabetes yang tidak mampu. Sehingga, mereka berobat dengan kami betul-betul free,” papar Hasyim.
Meski demikian, Hasyim mengaku melakukan pendekatan terhadap masyarakat secara masif.
“Bagaimana kami melakukan pendekatan dan edukasi agar pasien bisa aware terhadap kesehatannya sendiri,” papar dia.
Sejauh ini, kata Hasyim, tak sedikit pasien yang berasal dari rumah sakit justru mendapat rujukan untuk berobat ke startup nya itu.
“Selain itu, kami juga sering mendapatkan pasien dari website atau dari pasien lain yang sudah merasakan hasilnya saat melakukan pengobatan bersama kami,” kata dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Selain memberikan manfaat kepada pasien, usaha rintisannya tersebut juga memberikan manfaat bagi tenaga kesehatan lainnya.
“Mereka akhirnya belajar digital marketing, marketplace, marketing offline, event hingga terjun ke masyarakat juga,” sambung dia.
Ke depan, Hasyim berharap, usahanya tersebut bisa berkembamg lebih baik lagi.
“Ke depan, kami berharap bisa ekspansi lebih jauh lagi. Tahun depan, rencana mau jalan-jalan ke Jogja juga untuk ekspansi,” tandas dia. (ted)
================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






