Surabaya (beritajatim.com) – Angina pectoris, yang juga sering disebut sebagai angin duduk merupakan suatu kondisi medis yang dicirikan oleh nyeri dada yang timbul karena gangguan aliran darah ke otot jantung.
Nama “angin duduk” mungkin terdengar ringan, namun ini adalah gejala yang sangat serius yang mengindikasikan masalah kesehatan jantung yang mendasarinya.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasan lebih lanjut tentang angina pectoris, termasuk penyebab, gejala, dan pertolongan pertama yang dapat dilakukan.
Penyebab Angina Pectoris
Angina pectoris terjadi ketika pembuluh darah koroner yang memasok oksigen ke otot jantung mengalami penyempitan atau sumbatan sebagian. Hal ini mengakibatkan suplai oksigen yang tidak memadai ke otot jantung ketika jantung bekerja lebih keras, misalnya selama aktivitas fisik yang intens.
Penyebab utama dari penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah koroner adalah penumpukan plak aterosklerotik, yang terdiri dari kolesterol dan zat lainnya, pada dinding pembuluh darah.
BACA JUGA: Ciri-ciri Masuk Angin Duduk dan Cara Mengatasinya, Orang Bisa Meninggal Mendadak
Faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami angina pectoris meliputi diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung sebelumnya, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, gaya hidup merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, usia di atas 45 tahun, serta kurangnya pemanasan sebelum berolahraga.
Gejala Angina Pectoris
Nyeri dada adalah gejala utama angina pectoris. Nyeri dada ini sering digambarkan sebagai rasa tertekan atau terasa seperti ada beban berat di dada. Selain itu, gejala lain yang mungkin menyertainya termasuk:
- Rasa terbakar atau ketidaknyamanan yang menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung.
- Sesak napas, karena jantung tidak menerima cukup oksigen.
- Pusing dan mual yang dapat disebabkan oleh ketidakcukupan pasokan darah ke otak.
- Rasa lelah yang tiba-tiba sebelum serangan angin.
- Pingsan atau kehilangan kesadaran dalam kasus yang parah.
- Keringat dingin.
Pertolongan Pertama untuk Angina Pectoris
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala angina pectoris, ada beberapa tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan:
- Hentikan aktivitas fisik segera. Hindari aktivitas yang memperberat jantung.
- Beristirahat dan rileks. Usahakan untuk tenang dan bernapas dengan perlahan dan dalam.
- Berbaring dengan kepala lebih tinggi dari tubuh. Ini dapat membantu mengurangi tekanan pada jantung.
- Minum obat angina yang sudah diresepkan oleh dokter, jika Anda sudah memiliki obat tersebut.
- Jangan mengonsumsi obat nitrat milik orang lain tanpa anjuran dokter.
BACA JUGA: Dapat Sebabkan Kematian Mendadak, Kenali Gejala Nyeri Dada yang Disebabkan Angin Duduk
Namun, sangat penting untuk diingat bahwa angina pectoris adalah kondisi medis yang serius, dan pertolongan pertama hanya bersifat sementara.
Jika gejalanya tidak mereda dalam beberapa menit atau menjadi lebih parah, segera hubungi layanan darurat atau konsultasikan dengan dokter.
Dokter akan menilai kondisi jantung Anda dan meresepkan perawatan yang sesuai, termasuk obat-obatan dan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan.
Penting untuk menjaga kesehatan jantung dengan melakukan pemeriksaan medis secara teratur dan mengikuti petunjuk dokter. Menghindari faktor risiko seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan gaya hidup tidak sehat juga dapat membantu mencegah angina pectoris.
Angina pectoris sebuah peringatan bahwa jantung Anda membutuhkan perhatian ekstra, dan langkah-langkah pencegahan serta pengobatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan jantung Anda. (fyi/nap)






