Pamekasan (beritajatim.com) – Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) Malang, menyumbangkan sebanyak 64 kantong darah bagi Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan.
Puluhan kantong darah tersebut merupakan hasil dari kegiatan bhakti sosial donor darah yang digelar IKA UB Malang Cabang Pamekasan, di area Monumen Arek Lancor Pamekasan, Sabtu (7/10/2023).
Dalam kegiatan bhakti sosial tersebut, panitia pelaksana memfasilitasi berbagai fasilitas kesehatan bagi masyarakat. Di antaranya kegiatan konsultasi kesehatan, donor darah, pemeriksaan tensi darah, hingga pemeriksaan tekanan mata, tekanan intraokuler (TIO).
“Dalam kegiatan yang digelar menjelang pembentukan dan pengukuhan Penguru IKA UB Malang Cabang Pamekasan, terkumpul sebanyak 64 kantong darah dari total 87 calon peserta donor,” kata Kepala UDD PMI Pamekasan, dr Achmad Syafirullah.
Baca Juga: IKA UB Malang Cabang Pamekasan Gelar Bhaksos Bidang Kesehatan
Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 calon pendonor di antaranya dinyatakan belum memenuhi syarat donor karena beragam alasan sesuai dengan ketentuan maupun prosedur yang sudah ditentukan.
“Beberapa alasan di antaranya, karena kadar HB tidak memenuhi syarat minimal, tensi darah tidak normal, calon pendonor belum sarapan karena baru selesai olahraga,” ungkapnya.
Selain itu pihaknya sangat berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pihak, khususnya seluruh instansi di Pamekasan. “Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan secara rutin dan berkesinambungan,” imbuhnya.
Baca Juga: Apresiasi UDD PMI Pamekasan untuk Kodim 0826
“Tidak kalah penting, semoga kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi instansi-instansi, kantor-kantor, maupun komunitas lain di Pamekasan, khususnya dalam melaksanakan donor darah,” sambung
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab Alumnus Angkatan 1994 Fakultas Kedokteran UB Malang, juga menilai jika unit yang dipimpinnya saat ini memang sangat membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan stok darah di Pamekasan.
“Mengingat kebutuhan darah di Pamekasan, dari waktu ke waktu terus meningkat seiring dengan bertambahnya pasien maupun fasilitas kesehatan, baik itu milik pemerintah maupun pihak swasta,” pungkasnya. [pin/ted]






