Gresik (beritajatim.com) – Laga Gresik United melawan Persipa Pati ibarat laga hidup mati bagi tim tuan rumah. Bila gagal mendapat poin penuh, perjuangan tim sepak bola asal Gresik itu akan semakin sulit. Sebaliknya bila berhasil memenangani pertandingan harapan untuk lolos ke Liga 1 akan semakin mudah.
Saat ini kedua tim sama-sama melakoni tiga pertandingan. Tuan rumah Gresik United dari laga tersebut, menang sekali dan menelan kekalahan dua kali dengan poin 3. Sementara Persipa Pati dari tiga laga menang sekali dan seri dua kali dengan poin 5.
Pelatih Gresik United Rudy Eka Priyambada mengatakan, besok sore merupakan laga penting bagi keberlanjutan timnya. Untuk itu, poin penuh adalah harga mati. “Dua laga kami gagal mendapatkan poin. Karena itu, pertandingan melawan Persipa target menang adalah harga mati,” katanya, Sabtu (7/10/2023).
Diakui Rudy, menghadapi Persipa dirinya sudah menyiapkan strategi demi mendulang poin penuh. Terlebih lagi, bermain di kandang sendiri. “Kami sudah mengantongi kelemahan Persipa. Yang penting di pertandingan besok sore ada perbedaan permainan,” ujarnya.
Pemain Gresik United yang berposisi sebagai kiper Ulul Arham menyatakan dirinya siap memberikan yang terbaik di laga besok melawan Persipa. “Saya siap bermain maksimal selama 90 menit serta menahan gempuran pemain Persipa,” paparnya.
Sementara pelatih Persipa Nazal Mustofa mengatakan, timnya sudah siap menghadapi tuan rumah yang pastinya akan bermain ngeyel demi mendapatkan poin kemenangan. “Saya sudah mengantisipasi strategi Gresik United bakal bermain offensif. Dari situ kami akan mengandalkan serangan balik, dan siap menghadang pemain Gresik agar permainannya tidak berkembang,” katanya. [dny/kun]
BACA JUGA: Gresik United Gandeng Kerjasama Dengan Wilmar untuk Mengarungi Kompetisi Liga 2






