Surabaya (beritajatim.com) – PMI (Pekerja Migran Indonesia di Singapura belajar skill konten bisnis online bersama sejumlah dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan KBRI Singapura.
Ketua PKM Hujjatullah Fazlurrahman mengatakan, kegiatan ini didasarkan pada kebutuhan PMI terhadap keterampilan bisnis digital yang bisa menjadi sampingan maupun full-usaha setelah kembali ke Indonesia.
“Sekarang skema bisnis semakin beragam dan peluangnya pun banyak. Hanya dengan bermodal gawai bisa jadi modal penting memulai usaha,” ujar Hujjatullah, Jumat (6/10/2023).
Ia menambahkan, konten bisnis perlu diperhatikan dalam berbisnis digital. Untuk meningkatkan daya beli customer, dibutuhkan peningkatan kualitas konten bisnis, agar tidak monoton dan lebih dikenal serta diingat customer.
“Kami latih mereka membuat konten bisnis seperti foto produk dan deskripsinya. Ini paling basic dan penting. Foto produknya terkait makanan, minuman, baju tidur, mukena dan rok. Selain itu produk harus dideskripsikan singkat untuk menjadi konten bisnis menarik,” jelasnya.
BACA JUGA:
Unesa Gandeng Perusahaan Perluas Kesempatan Karir Penyandang Disabilitas
Selain mendapat pemahaman, dikatakan Hujjatullah, para peserta juga belajar praktek langsung cara memotret produk menggunakan hp-nya masing-masing dan membut deskripsinya yang didampingi tim PKM.
“Mereka berharap ketika kembali ke Indonesia dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan pada saat pelatihan ini. Terutama penggunaan HP yang bermanfaat untuk menjalankan bisnis,” tuturnya.
Sementara itu, Atdikbud KBRI Singapura IGAK Satrya Wibawa mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat termasuk PMI memang harus mulai memahami dan menangkap peluang bisnis digital yang itu bisa dilakukan hanya bermodal gawai.
BACA JUGA:
Tim PKM Unesa Beri Pelatihan Musik Siswa di Surabaya
Dia berharap, kegiatan ini nanti bisa ditindaklanjuti dengan pendampingan atau mentoring online secara berkalanjutan untuk memastikan para pekerja migran benar-benar memiliki kemampuan menghasilkan konten bisnis online atau digital yang menarik dan tepat sasaran. Selain itu, juga perlu penguatan komunikasi dengan customer yang bisa dilakukan ke depan.
Pelatihan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) skema internasional Prodi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unesa. [ipl/suf]






