Malang (beritajatim.com) – Nadya Pradita Hosensyah baru saja diwisuda pada Minggu 1 Oktober 2023 kemarin. Mahasiswa angkatan 2018 ini lulus menyandang predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85.
Tak hanya cumlaude, perempuan yang akrab disapa Nadya Pradita ini juga meraih sejumlah prestasi membanggakan. Diantaranya ia menjuarai 2 penghargaan sebagai duta, yaitu Pemenang Utama Duta Wisata Kalimantan Timur (Kaltim) 2023 dan Duta Penampilan Terbaik 2023.
“Prosesnya mencapai itu tentu tidak mudah, dimulai dari pemilihan duta wisata kota menjadi pemenang dan dikirim ke tingkat provinsi untuk mewakili Samarinda di tingkat provinsi kalimantan timur,” ujar mahasiswa jurusan seni rupa murni, Fakultas Ilmu Budaya UB ini.
Baca Juga: Batik Karya Warga Binaan di Jatim Bisa Bersaing di Kancah Dunia
Dalam perjalanan meraih itu, Nadya mengaku ingin memperkenalkan program yang sudah dijalankan bersama partnernya bernama PUTIK PAMPANG. PUTIK PAMPANG adalah kependekan dari kampung batik Pampang yang diharapkan menjadi peluang baru berupa UMKM bagi masyarakat desa budaya Pampang.
“Selain program tentunya kami terus konsisten dalam kegiatan kelas dan belajar banyak hal sebelum ke provinsi dan sudah mempersiapkan dua bulan sebelum perlombaan. Untuk penampilan terbaik kami selalu konsisten, dimulai pemilihan warna, bentuk baju yang disesuaikan dengan kami,” kata Nadya melalui WhatsApp, Senin 2 Oktober 2023.
Di samping, saat proses deep interview dia mengenakan batik Pampang yg merupakan hasil program kerjanya. Hal itu diimplementasikan menjadi pakaian utamanya saat depth interview sekaligus memperkenalkan batik Pampang pada dunia.
Baca Juga: Terlempar ke Kolong Truk, Pelajar di Lamongan Tewas Terlindas

“Untuk baju kami membuat sendiri dan merancang kemudian di mentori oleh borneo craft Indonesia salah satu UMKM yg ada di kota Samarinda,” ujar mahasiswa yang lulus tepat waktu ini.
Proses mengikuti duta dimulai sejak masa kuliah. Mulai dari duta fakultas Ilmu Budaya UB kemudian mengikuti pemilihan putra putri Brawijaya Malang dan menjadi finalis.
“Saya juga pernah gagal, saya pernah mengikuti pemilihan Kakang Mbakyu Malang. Dari kegagalan saya belajar bahwa pengalaman apa saja yang bisa dibawa menjadi terobosan baru dan diimplementasikan secara nyata di daerah saya,” ujarnya menegaskan.
Baca Juga: Lamongan Digemparkan Penemuan Mayat Pria di Empang Sawah Solokuro
Perempuan kelahiran Samarinda tahun 2000 ini menargetkan ke depannya akan melanjutkan program kerja yang sudah dibuat sebelumnya. Ia ingin bersinergi bersama pemerintah provinsi Kaltim dan kota Samarinda untuk membangun kampung batik Pampang serta melahirkan putik baru di Provinsi Kaltim.
“Pesan dan harapan saya untuk kita sebagai generasi muda harus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar tidak menjadi penonton saja. Kita harus menjadi agen perubahan bagi diri sendiri dan Indonesia,” tutup Nadya yang juga berencana kuliah S2 dan saat ini menjadi pemilik Gallerynadyapradita sekaligus menjadi guru gambar dan pelukis mural. (dan/ian)






