Surabaya (beritajatim.com) – Tim basket putri Indonesia meraih kemenangan penting atas Mongolia dengan skor 69-64 di babak penyisihan grup A Asian Games 2022 Hangzhou. Kemenangan ini memastikan Indonesia lolos ke babak delapan besar.
Hasil ini membuat Timnas Elite Putri Indonesia menempati peringkat ketiga terbaik di akhir klasemen grup A, dengan koleksi 4 poin dari satu kemenangan dan dua kekalahan.
Di babak delapan besar, tim putri Indonesia akan menghadapi Jepang. Jepang meraih status juara grup B setelah mengalahkan lawan-lawannya seperti Filipina, Kazakhstan, dan Hong Kong.
Christopher Tanuwidjaja, Penanggung Jawab Timnas Elite Putri, menyatakan kebahagiannya atas prestasi ini, terutama karena mereka berhasil mencapai delapan besar pada Hari Kesaktian Pancasila.
BACA JUGA:
Tim Basket Putri Indonesia Waspada Tuan Rumah China
“Saya memang berharap kita bisa berhadapan dengan Jepang dan China di event ini. Ini adalah kesempatan jarang untuk kita belajar dari dua tim terbaik di Asia. Target awal kita adalah mencapai delapan besar, dan dengan pencapaian ini, Tim Basket Putri Indonesia layak untuk tampil di Asian Games berikutnya,” ujar Christopher.
Namun, Christopher juga mengungkapkan bahwa meskipun mereka menang melawan Mongolia, tidak semuanya berjalan lancar. Beberapa pemain merasakan tekanan berat, dan hal ini mempengaruhi permainan mereka.
“Kami bermain dengan tekanan berlebihan pada diri sendiri. Hanya beberapa pemain yang benar-benar siap untuk bermain dengan maksimal sejak awal. Selebihnya, merasa tertekan dan baru bisa bermain lebih bebas di kuarter keempat,” jelasnya.
BACA JUGA:
Timnas Basket Putri Targetkan Lolos Babak 8 Besar Asian Games
Beruntung, Indonesia memiliki Kimberley Pierre Louis, pemain naturalisasi asal Kanada, yang menjadi poin utama bagi Indonesia dalam pertandingan ini. Dia mencetak 44 poin dan 1 rebound. Jesslyn Angelique Aritonang juga memberikan kontribusi dengan 11 poin dan 1 rebound.
“Kimberley bermain dengan semangat luar biasa untuk Indonesia. Saya berharap pemain-pemain asli Indonesia juga dapat memiliki semangat yang sama. Mari kita bermain tanpa beban dan ketakutan yang berlebihan,” tambah Christopher. [way/beq]






