Gresik (beritajatim.com) – Guna melestarikan seni dan budaya, serta menghibur warga ring satu Petrokimia Gresik. Perusahaan BUMN tersebut menggelar wayang kulit dengan lakon ‘Amarta Binangun’ yang dibawakan oleh Ki Dalang Cahyo Kuntadi.
Ki Cahyo Kuntadi adalah dalang sekaligus Dosen Prodi Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Dalam pertunjukan itu, turut mendampingi bintang tamu pelawak Gareng Semarang dan pesinden Elisha Orcarus.
Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, perusahannya aktif dalam merawat seni dan budaya. Salah satunya pagelaran wayang kulit agar bisa tetap terjaga kelestariannya.
“Pagelaran wayang kulit rutin digelar setiap Petrokimia Gresik ulang tahun sekaligus
menjadi momen untuk melestarikan budaya bangsa serta menghibur warga ring satu,” tuturnya, Sabtu (30/09/2023).
Sementara dalang Ki Cahyo Kuntadi mengatakan, sejarah mencatat bersatunya bangsa ini karena budaya. Jangan sampai terjadi disintegrasi bangsa karena kita tidak peduli dengan seni budaya.
“Sejarah telah membuktikan bahwa seni budaya mampu merekatkan semangat persatuan sehingga kerukunan tetap terjaga,” katanya.
Baca Juga:
Petrokimia Gresik Upaya Pertahankan Jatim sebagai Lumbung Gula Nasional
Ia menambahkan, dipilihnya lakon Amarta Binangun merupakan kisah pewayangan yang menceritakan perjuangan Pandawa membangun Kerajaan Amarta. Dalam perjalanannya, penuh dengan tantangan.
“Kondisi ini selaras dengan upaya Petrokimia Gresik mendukung Pupuk Indonesia dalam menciptakan masa depan baru sebagai perusahaan global berwawasan lingkungan dengan menerapkan Green Industry,” imbuhnya.
Dari kisah Amarta Binangun ini lanjut dia, juga memberikan inspirasi tentang ketekunan, kepemimpinan, dan perjuangan untuk membangun diri menjadi lebih baik. Kerjasama tim juga pelajaran berharga dari cerita ini
“Cerita yang kami angkat tersebut mengajarkan tentang pemeliharaan nilai-nilai dan etika. Integritas adalah pondasi dari setiap perusahaan yang berkelanjutan,” pungkas Ki Cahyo Kuntadi. (dny/ted)






