Jember (beritajatim.com) – DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendesak pemerintah daerah setempat untuk serius menangani isu lingkungan hidup. Pemkab Jember dinilai belum terlihat memperhatikan persoalan ini sungguh-sungguh.
“Dalam hal menjaga keberlangsungan lingkungan, kami masih melihat belum ada keseriusan. Hal ini, karena tidak didukung dengan kemampuan dan fasilitasi Dinas Lingkungan Hidup. Selain, kurangnya tenaga dan masih belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai,” kata juru bicara Fraksi PDI Perjuangan Alfan Yusvi.
Sementara itu, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menilai fokus terhadap lingkungan hijau tak kalah penting dalam upaya mencapai ketahanan sosial dan ekonomi. “Kabupaten Jember memiliki potensi besar dalam pengembangan lingkungan yang berkelanjutan. Laporan keuangan seharusnya mencerminkan alokasi dana untuk proyek-proyek lingkungan yang berkelanjutan di seluruh desa,” kata Sri Winarni, juru bicara Fraksi PKB.
Bupati Hendy Siswanto menyatakan Pemerintah Kabupaten Jember telah berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan pembangunan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan melalui kajian lingkungan hidup strategis. “Hal ini untuk memastikan bahwa pertumbuhan pembangunan tidak berdampak terhadap kerusakan lingkungan,” katanya, dalam sidang paripurna Perubahan APBD 2023, di DPRD Jember, Selasa (26/9/2023) malam.
Selain itu, lanjut Hendy, eningkatan fasilitasi juga terus dilakukan melalui inovasi dan modernisasi peralatan, seperti penambahan jumlah armada truk pengangkut sampah dan pembelian alat pemilah sampah. “Dengan adanya alat pemilah tersebut, diharapkan pengelolaan sampah dilakukan secara modern dan komprehensif sehingga bisa mengurangi dampak pencemaran lingkungan,” katanya. [wir]






