Sidoarjo (beritajatim.com) – Bambang Haryo Soekartono, politisi dari Partai Gerindra, mendesak Pemerintah untuk memberikan BPJS gratis kepada para petani. Dia menilai Pemerintah Daerah seharusnya menganggarkan atau mengalokasikan dana dari APBD untuk memberikan fasilitas kesehatan tersebut.
Menurutnya, petani memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi, karena mereka adalah produsen utama beras yang menjadi dasar bagi banyak makanan dan menyediakan bahan makanan penting lainnya. Hal ini menciptakan efek domino dalam rantai ekonomi.
“Perlu diingat, ketika masyarakat memiliki akses terhadap makanan yang cukup dan bergizi, maka negara atau daerah tersebut akan menjadi lebih kuat melalui kesehatan masyarakat. Dengan ketersediaan pangan yang cukup, generasi muda juga akan tumbuh dengan baik dan cerdas,” tambahnya, Selasa (26/9/2023).
Bambang Haryo Soekartono, yang akrab disapa BHS, tampak sangat konsisten dalam advokasi untuk memberikan BPJS Gratis kepada Petani. Pernyataan ini telah ia sampaikan dalam berbagai kesempatan, baik di Surabaya maupun di Sidoarjo.
BACA JUGA:
Bambang Haryo Beri Bonus Atlet Tarung Derajat Peraih Medali Porprov
Menurut Bambang Haryo Soekartono, peran petani sangat vital dalam pertumbuhan ekonomi dan pertahanan nasional kita. Selain itu, pertanian juga berdampak positif pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di mana 70 persen dari UMKM saat ini adalah penjual makanan yang sangat bergantung pada hasil pertanian.
Oleh karena itu, alokasi anggaran untuk menjamin kesehatan para petani sebanding dengan manfaat yang akan dihasilkan oleh produksi petani untuk seluruh rakyat Indonesia.
BACA JUGA:
Bambang Haryo Prihatin Sungai Krembangan Penuh Sampah
Bambang Haryo Soekartono, yang merupakan alumni ITS Surabaya, meyakini bahwa pemerintah seharusnya memberikan jaminan BPJS Gratis kepada petani.
“Dengan menjaga kesehatan petani, kita dapat menghasilkan produksi pertanian yang melimpah. Dengan produksi pertanian yang melimpah, ekonomi kita akan semakin kuat, dan rakyat akan menjadi lebih sehat, cerdas, dan sejahtera,” tutup BHS. [beq]






