Malang (beritajatim.com) – Tim peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM) melakukan langkah pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus. Langkah tersebut melalui seminar dan pemutaran film edukatif berjudul Phantasmagoria.
Tim penelitian UM diketuai oleh Dr. Karkono, M.A., beranggotakan , Dr. Rully Aprilia Zandra, M.Sn. Andika Bagus Nur Rahma Putra, M.Pd., dan Dr. Moh Arafik, M.Pd. Pada sesi seminar, hadir tiga pembicara. Pertama, Pravissi Shanti, M.Psi, anggota satgas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) UM.
Kedua, Jamila Wijayanti, M. Pd., anggota Unit Layanan Kekerasan Seksual dan Perundungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya. Ketiga, Dr. Karkono, M.A., selaku dosen di Departemen Sastra Indonesia (DSI), Fakultas Sastra (FS UM).
Selain seminar, dilakukan juga pemutaran film edukatif berjudul Phantasmagoria yang disutradarai oleh Dr. Karkono. Film tersebut merupakan luaran penelitian yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UM.
Film Phantasmagoria, kata Karkono, sangat relevan diputar di seminar tersebut untuk mengedukasi tentang kekerasan seksual di kampus. Menurutnya, film merupakan media yang dapat dinikmati oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, baik status pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, bahkan agama.
“Film menjadi sarana efektif untuk mentransformasikan sesuatu, termasuk sarana edukasi. Salah satunya adalah edukasi kekerasan seksual,” ujar Karkono melalui keterangan tertulis, Sabtu 23 September 2023.
BACA JUGA:
UM Malang Raih Penghargaan Sebagai Badan Publik Ramah Disabilitas
Kegiatan ini berlangsung pada 19 September 2023 lalu, di Aula Lantai 9 Gedung A 20 UM dengan dihadiri sekitar 300 peserta. Hadir pemain dan kru film Phantasmagoria.
“Pemain film diambil dari berbagai profesi sehingga mendapat sambutan positif dari para penonton. Peserta yang mayoritas mahasiswa DSI UM tampak antusias mengikuti keseluruhan seminar yang membahas hal penting dan saat ini tengah digencarkan oleh berbagai pihak,” kata Karkono mengakhiri.
Jamila Wijayanti, M.Pd. dalam paparannya menyampaikan bentuk kekerasan seksual, faktor penyebab, dan dampak yang diterima korban. Sementara itu, Pravissi Shanti, M.Psi menyoroti pada langkah penanganan kekerasan seksual dan payung hukum yang ada.
“Saya tidak berharap kita semua akan mengalami, tetapi kalau sampai terjadi, atau melihat teman kita ada yang menjadi korban, maka mari melapor pada Satgas PPKS UM,” ungkap Shanti.

Dalam sambutannya di awal acara, Dr. Azizatus Zahro, M.Pd., Ketua Departemen Sastra Indonesia, menyampaikan perihal urgensi seminar tersebut dan mengajak semua peserta untuk ikut waspada dan peduli terhadap kekerasan seksual.
Seminar yang dimoderatori oleh Dr. Rully Aprilia Zandra, M.Sn. ini berlangsung meriah dan semarak. Ada dua selingan hiburan yang dihadirkan oleh panitia, yaitu persembahan lagu dan tari Nirmala yang dibawakan oleh 6 mahasiswa DSI UM. Sebelum film, tampil Nabilah Zahidah membawakan lagu tema atau original sound track film Phantasmagoria.
BACA JUGA:
Mahasiswa UB dan UM Bisa Lulus Tanpa Skripsi
Zanadia, mahasiswa DSI UM yang hadir dalam seminar dan pementasan mengapresiasi ide cerita film. “Filmnya sangat bagus, film ini terasa istimewa sebab ada dosen, mahasiswa, pegawai TU, dan pelajar yang ikut menjadi pemain,” ujar mahasiswa semester 5 tersebut. [dan/suf]






