Gresik (beritajatim.com) – Tim medis RSUD Ibnu Sina Gresik merilis hasil pemeriksaan terhadap siswi SD yang matanya dicolok tusukan bakso. Dari hasil pemeriksaan mata sebelah kanan korban, tim medis menyatakan tidak ditemukan bekas luka.
Dokter Spesialis Mata RSUD Ibnu Sina Gresik Bambang Tuhariyanto menuturkan, berdasarkan pemeriksaan fisik serta MRI yang dilakukan Rabu (20/9/2023). Tidak ditemukan adanya bekas luka pada mata sebelah kanan.
“Ada penurunan penglihatan di mata sebelah kanan memang betul. Mata kiri ada batas normal untuk melihat sedangkan dari pemeriksaan fisik secara makro tidak ditemukan kelainan apapun,” Kamis (21/9/2023).
Sementara Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan, berdasarkan penyidikan yang dilakukan oleh anggotanya, tidak ada satupun saksi yang diperiksa menyatakan terjadi dugaan kekerasan yang dialami siswi SD itu.
BACA JUGA:
Hasil Pemeriksaan Awal, Mata Siswi SD Asal Gresik yang Alami Kekerasan Ada Reflek
“Selain tidak ada saksi yang melihat, 6 kamera CCTV yang dipasang di sekolah juga tidak merekam waktu kejadian karena sejak Juni 2023 mati,” katanya.
Perwira menengah Polri itu menyatakan sewaktu anggotanya melakukan pemeriksaan terhadap 47 saksi. Mulai dari kepala sekolah, guru, penjaga sekolah, saksi ahli, dan 156 siswa teman korban tidak ada satupun yang melihatnya.
“Hasil visum yang telah dilakukan tidak didapatkan bekas kekerasan apapun, serta saksi tidak ada yang melihat,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Bupati dan Kapolres Gresik Motivasi Siswi SD Gangguan Mata
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan terkait dengan kasus ini, pihaknya merasa prihatin saat mendengarkan kabar adanya kekerasan.
“Kami mendorong kasus ini tidak terulang lagi di lingkup pendidikan. Sebagai upayanya pemerintah daerah terus bergerak menjadikan Gresik menjadi sekolah ramah anak. Kasus yang dialami SAH selesai, dan bisa kembali sekolah serta beraktivitas kembali,” pungkasnya. [dny/beq]






