Gresik (beritajatim.com) – Siswi Sekolah Dasar (SD) berinisial SAH yang mengalami kekerasan di mata kanannya akibat dicolok pentol. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pada pupil mata sebelah kanan ada reflek bila terkena cahaya.
Sebelum dibawa ke Rumah Sakit PHC Surabaya. Siswi kelas II SD itu lebih dulu melakukan pemeriksaan awal di RSUD Ibnu Sina Gresik. Rencananya, besok (21/9) hasil Magnetic Resonance Imaging (MRI) itu diumumkan.
Saat dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik, SAH ditemani kedua orang tuanya. Serta petugas Puskesmas Kepatihan, dan sejumlah tenaga kesehatan.
Baca Juga: Rektor UIN Malang Ceritakan Pengalaman Selama Kunjungan ke Universitas Deakin Melbourne
Di Poli Mata RSUD Ibnu Sina, mata kanan SAH dilakukan dua pemeriksaan awal. Pertama pemeriksaan Visus atau tes ketajaman pengllihatan. Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui kemampuan mata melihat objek dengan jelas dalam jarak tertentu.
Tes tersebut biasa digunakan sebagai cara mengetahui kelainan refraksi mata seperti mata minus (rabun jauh), rabun dekat, dan mata silinder.
Hasil pemeriksaan awal itu mata SAH mengalami penurunan penglihatan hingga hampir tidak bisa melihat. Namun, pupil mata kanan masih merespon cahaya. Kemudian pemeriksaan dengan CT Scan Optical Coherence Tomography (OCT). Tidak ada kelainan yang terlihat pada mata kanan SAH.
Baca Juga: Waspada Pinjol, OJK dan LSAI Edukasi Warga Sumenep
Sempat muncul dugaan penurunan penglihatan pada mata kanan SAH karena jatuh dua bulan sebelum kejadian. Namun, dari hasil CT Scan tidak muncul jejak akibat jatuh itu.
“Kecil kemungkinan disebabkan karena trauma jatuh dua bulan lalu,” ujar dr Bambang Tuhariyanto Sp.M, dokter poli mata RSUD Ibnu Sina Gresik, Rabu (20/09/2023).
Sementara Dirut RSUD Ibnu Sina, dr Soni menuturkan, SAH selama ini belum pernah melakukan pemerikaan disini. Karena itu sebelum dilakukan pemerikaan MRI di RS PHC, pihaknya lebih dulu melakukan pemeriksaan awal. “Ini rekomendasi kami sebelum dirujuk ke RS PHC untuk MRI,” tuturnya.
Ia menambahkan, nantinya pemeriksaan MRI berlangsung sekitar 30 menit. Tergantung kondisi pasien. Ini karena pasien masih usia dibawah umur, kemungkinan prosesnya sedikit lebih lama. “Secara rinci hasil pemeriksaan MRI akan disampaikan besok imbuhnya. (dny/ian)






