Yogyakarta (beritajatim.com) – Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo memiliki tujuh strategi untuk mengubah Indonesia menjadi lebih sejahtera ketika dirinya terpilih menjadi Presiden RI.
Tujuh strategi tersebut di antaranya yakni membangun SDM yang produktif, stabilisasi harga pokok, kemiskinan dihapus, memperkuat jaring pengaman sosial, hilirisasi industri kelas dunia, tingkatkan nilai tambah dan mengembalikan alam Indonesia menjadi lebih baik.
Hal ini disampaikan Ganjar Pranowo dalam Dialog Kebangsaan, 3 Bakal Calon Presiden (Bacapres) Bicara Gagasan Selasa petang (19/9/2023) di kampus UGM Yogyakarta.
Saat diminta spill gagasan, Ganjar memulai cerita dari KTT Asean, di mana nama Indonesia sangat harum dan tingkat kepercayaan dunia pada Indonesia meningkat.
“Kita berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sebagai negara yang terpercaya. Harapannya Indonesia menuju 2045 dan 2050 ekonomi kita melompat melambung signifikan,” jelas Ganjar.
BACA JUGA: Ganjar Pranowo Ungkap Tempat Paling Romantis dan Legendaris di UGM
Meski demikian, untuk mewujudkan hal ini membutuhkan tantangan dan PR yang harus diselesaikan bersama seperti perubahan iklim, SDM yang kurang optimal, anggaran terbatas dan sebagainya.
“Padahal kita mendapatkan bonus demografi luar biasa karena 69 persen Indonesia memiliki tenaga produktif.Ini aset tidak main-main,” paparnya.
Hal yang mendesak dan perlu dilakukan seperti stabilitas pangan dengan diversifikasi, solusi perubahan iklim dengan membangun energi baru terbarukan yang ramah lingkungan serta mewujudkan ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Ganjar menuturkan kecepatan dan percepatan harus dibangun dan tidak cukup hanya mengandalkan manusia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan alat instrumen yang bisa membantu seperti AI dan dunia digital yang infrastrukturnya mulai disiapkan dari sekarang. Selain itu, beberapa program akselerasi, digitalisasi dan penguatan energi terus dilakukan.
Terkait dengan pendidikan dan kesehatan, kata Ganjar, tugas pemerintah yang mengurusi dari ibu hamil, bayi lahir hingga orang meninggal. Modal utamanya adalah manusia yang sehat lahir batin dengan menghilangkan stunting.
BACA JUGA: Anies Baswedan Sebut Kebebasan Berpendapat di Indonesia Masih Rendah
Sementara itu, data lain menunjukkan bahwa jumlah pekerja di bawah UMR masih ada sebanyak 49 persen.
“Dan rencana program-program ini tidak bisa dilakukan jika penegak hukumnya masih memble dan korupsi dimana-mana maka dari itu terobosan yang mendesak dilakukan adalah digitalisasi dunia pemerintahan, sistem pemerintahan yang membasmi korupsi dan bagaimana caranya melipatgandakan keuangan,” pungkasnya. (aje/nap)






