Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah dibukanya kembali Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) salah satu tetua adat suku Tengger lakukan ritual. Ritual ini dinamakan Semeninga yang juga merupakan acara adat suku Tengger.
Menurut Ketua Dukun Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wonokitri, Supayadi bahwa tujuannya yakni meminta izin. Hal ini dikarenakan wisata Gunung Bromo di buka kembali.
“Tujuannya kita meminta izin atau nuwun sewu karna wisata Gunung Bromk dibuka kembali. Kita juga mengajak perangkat desa dan perwakilan pelaku usaha untuk turut berdoa,” kata Supayadi.
Supayadi juga mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengarahan kepada pelaku wisata di resort Wonokitri. Sehingga nantinya tidak ada kejadian serupa yang menimbulkan kerusakan di kawasan Gunung Bromo.
“Kami berharap agar pelaku wisata bisa membimbing para tamu agar sama-sama menjaga alam,” tambahnya.
Baca Juga: Setelah Kebakaran, Gunung Bromo Probolinggo Kembali Dibuka Hari Ini
Sebelumnya telah diberitakan bahwa kawasan Gunung Bromo telah dibuka dan tertulis dalam surat yang di terbitkan oleh Balai Besar TNBTS. Dalam surat tersebut tertulis bahwa pada Selasa (19/9/2023) kawasan wisata Gunung Bromo telah dibuka kembali.
Bahwa sebelumnya kawasan wisata Gunung Bromo di tutup akibat adanya kebakaran lahan yanh disebabkan pasangan yang melakukan foto preweding. Sepasang kekasih tersebut menyalakan flare yang kemudian menyulit rumput kering di wilayah Bukit Teletubis. (ada/ted)






