Jombang (beritajatim.com) – Polres Jombang telah memulai langkah-langkah untuk mengumpulkan wawancara dari berbagai pihak terkait dengan kematian petinju asal Bondowoso, Farhat Mika Rahel Riyanto (15), yang tragis meninggal dalam pertandingan tinju di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur 2023 di auditorium Undar.
Pihak yang telah ditemui untuk memberikan keterangan termasuk orangtua korban, pelatih dan pembina tinju Bondowoso, serta Ketua KONI Kabupaten Bondowoso. “Kami telah melakukan wawancara dengan mereka. Saat ini, ini hanya tahap wawancara, bukan pengambilan keterangan resmi. Ini karena Porprov Jatim VIII/2023 masih berlangsung,” kata AKP Aldo Febrianto, Kasatreskrim Polres Jombang, Jumat (15/9/2023).
Aldo menjelaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat akan dipanggil ke Polres Jombang untuk memberikan keterangan setelah Porprov Jatim VIII berakhir. Event olahraga tersebut dijadwalkan berakhir pada 16 September 2023.
“Pihak penyelenggara juga akan kami panggil pada Minggu mendatang. Keluarga korban, dari hasil wawancara, tidak mengajukan tuntutan. Mereka juga mengakui bahwa insiden ini terjadi dalam konteks pertandingan tinju, atau dengan kata lain, sebagai kecelakaan murni,” tegas Aldo.
Farhat Mika Rahel Riyanto (15), petinju asal Bondowoso, berlaga dalam kelas 46 Kilogram melawan kontestan dari Kabupaten Blitar, I Putu Nandi Keswara Adnya, pada Senin (11/9/2023) sore di Auditorium Undar (Universitas Darul Ulum) Jombang.
BACA JUGA:
Polres Jombang Selidiki Kematian Petinju Bondowoso, Ini Tanggapan Ketua KONI Jatim
Farhat mengenakan kaus berwarna merah, sementara lawannya dari Blitar memakai kaus berwarna biru. Pertandingan berjalan normal hingga ronde ketiga, saat Farhat tiba-tiba merasakan kelelahan dan pingsan setelah menerima pukulan. Ia kemudian segera dilarikan ke RSUD Jombang dan diketahui mengalami pendarahan di kepala.
Direktur RSUD Jombang, Dr. Ma’murotus Sa’diyah, mengonfirmasi bahwa Farhat Mika Rahel Riyanto mengalami pendarahan di kepala dan dinyatakan meninggal pada Selasa (12/9/2023) pukul 02.10 WIB dini hari. Jenazahnya kemudian dibawa ke Bondowoso oleh keluarganya. RSUD Jombang menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut. [suf]






