Jember (beritajatim.com) – Puluhan warga Desa Gludengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memblokir jalur yang dilintasi truk penyuplai bahan baku pabrik semen, Senin (11/9/2023). Mereka melarang truk-truk itu melintas karena membahayakan keselamatan warga dan menyebabkan jalan rusak.
Puluhan warga memasang larangan melintas truk yang melebihi tonase dan kelas jalan di Desa Kemuningsari Kidul Kecamatan Jenggawah, Desa Glundengan, dan Desa Balung Lor Kecamatan Balung. Mereka mendesak pemerintah menghentikan penambangan tanah lempung dan pengangkutannya melalui jalan desa.
Mereka meminta aparat pemerintah dan kepolisian menindak tegas truk pembawa material tanah bahan baku semen yang melebihi kapasitas angkut. Apalagi telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa pada Jumat (8/9/2023) lalu.
“Pada 2021, jalur kabupaten yangt melintasi Kecamatan Balung – Jenggawah, rusak tapi tidak parah. Begitu ada dump truck (yang membawa material tanah) makin parah rusaknya. Terjadi kecelakaan dan banyak korban,” kata Mukantar, Pelaksana Harian Kepala Desa Glundengan.
Pemerintah Kabupaten Jember sebenarnya sudah memperbaiki jalan di Glundengan dan sekitarnya. Mukantar memperkirakan, jika truk-truk pengangkut material bahan bahan baku semen dengan kapasitas angkut berlebihan dibiarkan lewat, maka dalam waktu singkat jalan akan kembali rusak. “Kalau sudah rusak, siapa nantinya (yang memperbaiki),” kata Mukantar.
“Warga ingin jalan diblokir, tidak ada dump truck berlalu lalang. Kami menampung aspirasi masyarakat, langsung kami sampaikan ke camat,” kata Mukantar. Dia ingin tahu sejauh mana regulasi yang mengizinkan pemerintah desa memfasilitasi aspirasi warga.
Camat Wuluhan Andri Purnomo bersyukur aksi warga berlangsung damai. “Saya sudah sampaikan kondisinya kepada Pak Bupati. Dari sisi regulasi, jalan raya kan dipergunakan sebagaimana tonase kendaraan. Aksi ini juga menjaga aset pemerintah daerah yang sudah dibangun,” katanya.
Aksi blokir jalan oleh warga ini akhirnya membuat truk-truk pengangkut bahan material semen tersebut harus melewati jalan provinsi dengan jarak lebih jauh ke tujuan. “Mereka memohon pemerintah agar betul-betul menghentikan aktivitas (penambangan tanah) itu,” kata Andri.
Menurut Andri, aksi warga di Kecamatan Wuluhan tersebut bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya warga Desa Ampel juga melakukan aksi serupa beberapa waktu lalu. Pemerintah Kecamatan Wuluhan saat itu ikut mendampingi aksi warga agar tetap berlangsung damai. “Pergerakan mereka juga memasang spanduk dan mendesak agar truk tidak lewat jalan kabupaten,” katanya. [wir]






