Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (UB) baru saja meresmikan ‘Game Corner’ untuk menjadi daya tarik baru agar mahasiswa betah di kampus. Ruang Game Corner berada di Gedung F lantai 1, tepatnya di depan Loket Pelayanan Akademik.
Pengadaan Game Corner ini melalui kerjasama Filkom UB dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Game Corner yang menjadi ruang khusus mahasiswa untuk menghabiskan waktu luang antar kuliah ini diresmikan pada Rabu 6 September lalu.
Peresmian ini dihadiri Dekan Filkom dan jajarannya dengan perwakilan dari Bank BRI juga mahasiswa Filkom. Mahasiswa begitu antusias mencoba memainkan konsol game yang ada di Game Corner. Ruangan ini dilengkapi dengan 2 unit Playstation 5, 2 unit XBOX, dan 1 unit PC gaming Asus ROG dengan spesifikasi tinggi yang siap digunakan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dekan Filkom UB, Prof. Ir. Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si., MT., Ph.D. menyampaikan bahwa game corner bukan hanya menjadi tempat santai bagi para mahasiswa, melainkan juga wadah untuk mengasah kemampuan bermain game.
“Kami harap inisiatif ini menjadi wadah bagi mahasiswa yang sering mencari kegiatan di luar kuliah saat menunggu jam perkuliahan.Kami memahami bahwa saat ini mahasiswa butuh ruang rekreasi yang memfasilitasi hobinya, sekaligus jadi tempat sosialisasi dengan teman sata fakultas,” ujar Prof. Wayan.
Di samping itu, Game Corner ini guna mendorong dalam mengembangkan game di kalangan mahasiswa. Filkom saat ini memiliki Laboratorium yang menunjang pengembangan game bernam lab MGM (Mobile, Game dan Multimedia).
“Tentu, walaupun bernama Game Corner, ada aturan main yang harus ditaati pengunjung. Itu untuk memastikan kegiatan akademik menjadi prioritas, ruangan ini hanya dibuka di luar jam kuliah dan nantinya akan ada SOP untuk izin pemakaian konsol game,” jelasnya.
Keberadaan tempat ini diharapkan menjadi pemupuk kebersamaan dan kreatifitas mahasiswa. “Inisiatif seperti ini tentunya akan sangat diapresiasi oleh para mahasiswa mengingat perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi muda,” ungkap Prof. Wayan mengakhiri. (dan/kun)
BACA JUGA: Prof Bambang dari Universitas Brawijaya Jelaskan Soal Peluang Limbah Biomassa di Jatim






