Surabaya (beritajatim.com) – Dokter Boyke, seorang seksolog dan dokter spesialis kandungan, telah membahas mengenai kerugian dari melakukan hubungan intim sebelum menikah dan bagaimana hal ini dapat memengaruhi kepuasan saat malam pertama setelah menikah.
Penjelasannya mengenai hal ini dapat membantu kita memahami lebih lanjut tentang mengapa beberapa pasangan mengalami perasaan kurangnya kejutan dan sensasi saat malam pertama pernikahan.
Dilansir dari suara.com-jejaring beritajatim.com, menurut Dokter Boyke, pasangan yang sudah terbiasa melakukan hubungan seks sebelum menikah cenderung kehilangan elemen kejutan dalam hubungan intim mereka setelah menikah.
Hal ini dapat mengakibatkan pengalaman seksual yang terasa biasa dan kurang memuaskan pada malam pertama. Ia menyatakan bahwa seks itu memerlukan unsur kejutan dan sensasi, yang seringkali hadir saat pasangan menikah.
Dokter Boyke juga menggambarkan pengalaman pertama kali berhubungan seks sebagai kombinasi antara sensasi sakit dan kenikmatan. Menembus selaput dara pada malam pertama adalah pengalaman yang unik dan berbeda, yang dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat antara pasangan.
BACA JUGA: Awas! Ini 4 Dampak Wanita Kecanduan Nonton Film Dewasa
Ia menjelaskan bahwa meskipun awalnya mungkin terasa sakit, pengalaman tersebut seringkali diakhiri dengan kenikmatan.
Untuk menjadikan malam pertama yang tidak terlupakan, Dokter Boyke memberikan beberapa saran, seperti tidak terburu-buru, saling mengeksplorasi dengan sabar, dan memberikan waktu lebih lama untuk foreplay.
Hal ini dapat membantu pasangan merasa lebih nyaman dan meningkatkan kepuasan emosional dan fisik. Selain itu, penting untuk tidak merasa cemas atau khawatir jika terdapat kendala saat pertama kali berhubungan seks, karena hal ini dapat diatasi dengan komunikasi yang baik dan pengertian antara pasangan.
Dalam konteks ini, penting untuk diingat bahwa setiap pasangan memiliki pengalaman yang berbeda saat malam pertama pernikahan, dan yang terpenting adalah membangun komunikasi yang baik, kepercayaan, dan pengertian antara suami dan istri.
Keseluruhan pengalaman pernikahan tidak hanya bergantung pada malam pertama, tetapi juga pada perjalanan dan perasaan bersama selama masa pernikahan yang akan datang. (fyi/nap)






