Surabaya (beritajatim.com) – 21 kebakaran terjadi di Surabaya dalam waktu 6 hari. Kebakaran yang terjadi di periode 1-6 September 2023 itu melahap bangunan dan non bangunan seperti alang-alang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan, kebakaran di Surabaya didominasi oleh kebakaran non bangunan dengan 15 kejadian. Sedangkan kebakaran bangunan ada 6 kejadian.
“Alang-alang 13, sampah 1 dan lahan non bangunan 1 kejadian. Lalu bangunan ada 3, perumahan 2 dan bangunan milik umum 1,” ujar Dedik Irianto, Rabu (06/09/2023).
Dari 21 kebakaran itu, kejadian paling parah terjadi di Tambak Asri, Senin (04/09/2023) kemarin. Kebakaran itu menyebabkan 3 rumah warga habis terbakar. Selain itu kebakaran terparah juga menimpa tiga rumah di Jalan Kenjeran, Sabtu (02/09/2023).
“12 kasus masih diselidiki penyebabnya, 7 kasus karena api terbuka dan 2 kejadian karena korsleting listrik,” imbuh Dedik.
Baca Juga: Kebakaran Surabaya, Puskesmas Kali Kedinding Hangus, 1 Korban Sesak Napas
Satu kebakaran gedung umum terjadi di SDN dr Soetomo V pada Minggu (03/09/2023). Api melahap satu ruangan kelas. Akibat kebakaran yang terjadi di sekolah itu, para siswa tidak bisa melakukan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran dilakukan secara daring sampai menunggu renovasi sekolah. Dalam kebakaran itu, diduga api berasal dari puntung rokok yang dibuang di tumpukan kayu.
Dari banyaknya kejadian kebakaran tersebut, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi kepada warga. Serta selalu meningkat patroli di setiap pos.
“Kami akan meningkatkan sosialisasi ke warga dan meningkatkan patroli lingkungan saat standby di pos,” pungkas dia. (ang/ted)






