Surabaya (beritajatim.com) Sengketa Gedung SMK Prapanca 2 telah berakhir. Setelah sebelumnya didatangi oleh Wawali Kota Surabaya Armuji, kini gedung sekolah SMK Prapanca 2 resmi dibuka oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce.
Armuji pernah mendatangi SMK Prapanca 2 di Jalan Nginden Intan Timur, Sukolilo, Jumat (25/8/2023). Kedatangan tersebut terkait laporan puluhan siswa SMK Prapanca 2 yang tak bisa menggunakan bangunan karena digembok oleh kepala sekolah sebelumnya, Soewandi.
Saat mendatangi SMK Prapanca 2, Armuji melihat pagar bangunan tersebut sudah dalam kondisi tergembok. Oleh para siswa, Armuji diminta untuk membuka gembok agar gedung tersebut bisa digunakan kembali. Armuji menolak dengan alasan sengketa gedung SMK Prapanca 2 telah masuk ke pengadilan.
“Kalau kita yang buka, yang salah. Karena gugatanya sudah di pengadilan. Kita nggak boleh (membuka gerbang sekolah), harus mengikuti proses hukumnya dulu,” ujarnya Armuji saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (27/8/2023).
Kegagalan Armuji ini memantik emosi dari para siswa yang sudah berharap Wawali Surabaya bisa membantu mereka untuk kembali bersekolah di gedungnya. Salah satu siswa lantas membentak Armuji.
Siswa laki-laki itu sampai mengejar mobil hitam yang ditumpangi Cak Ji. Rekaman peristiwa itu viral di media sosial.
BACA JUGA:
Sepakat Damai, Kapolrestabes Surabaya Buka Segel SMK Prapanca 2
Kemarahan siswa SMK Prapanca 2 berubah menjadi tangis haru dan bahagia usai Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce berhasil menyelesaikan sengketa antara Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) dan Soewandi.
Kedua pihak yang bersengketa sepakat berdamai dalam gelar mediasi yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana pada Sabtu (2/9/2023) kemarin. Dalam kesepakatannya, upacara pembukaan gembok sekolah dilakukan pada Senin (4/9/2023).
“Segala perselisihan dan masalah antara keduanya akan diselesaikan secara kekeluargaan. Alhamdulillah Polrestabes Surabaya bisa memediasi kedua belah pihak,” tutur Mirzal, Sabtu (2/9/2023).
Kedatangan Kombes Pol Pasma Royce di gedung sekolah SMK Prapanca 2 disambut meriah oleh para siswa. 97 siswa SMK Prapanca 2 tidak bisa menyembunyikan tangis haru dan bahagianya. Usai gedung dibuka secara resmi, sejumlah siswa langsung sujud syukur. Maklum, hampir dua tahun ini mereka menumpang di gedung Stikosa AWS dan tidak bisa merasakan fasilitas pembelajaran di SMK Prapanca 2.
“Mediasi telah digelar hingga 7 kali untuk mendamaikan kedua belah pihak. Alhamdulillah dimediasi terakhir kemarin yang dipimpin Kasat Reskrim, kedua pihak telah bersepakat,” kata Pasma usai melakukan pembukaan gedung.
Dibukanya gembok gedung SMK Prapanca 2 ini juga telah mengakhiri sengketa kedua belah pihak. Kedua pihak bersepakat untuk tidak meneruskan permasalahan secara hukum dengan mencabut semua laporan dan gugatan.
Momen mengharukan terjadi di pembukaan Gedung SMK Prapanca 2. Ada salah satu siswa laki-laki berlari dan memeluk Kapolrestabes Surabaya. Ia berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada mantan Wakapolres Sidoarjo itu.
“Belajar yang rajin ya, supaya apa yang nanti jadi cita-citanya bisa tercapai,” tutur Pasma kepada siswa laki-laki itu.
BACA JUGA:
Sepakat Damai, Besok Pagi Segel SMK Prapanca 2 Surabaya Dibuka
Kepergian dua pejabat publik di Surabaya itu berbeda di mata siswi SMK Prapanca 2. Armuji pergi diiringi rasa kecewa dan amarah. Sedangkan Kombes Pasma Royce diiringi tangis bahagia.
“Sekarang kita sudah kembali ke sekolah sendiri, jadi ya senang. Harapannya semoga jaya kayak SMK Prapanca 2 yang dulu lagi,” kata Rahma, salah satu siswa SMK Prapanca 2.
Perlu diketahui, sengketa Gedung SMK Prapanca 2 bermula dari mantan Kepala Sekolah SMK Prapanca 2 sebelumnya, Soewandi diberhentikan oleh pihak Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT). Alasannya, yayasan memberhentikan Soewandi dari jabatannya karena sudah berusia 60 tahun. Sejak tahun 2021 para siswa tidak bisa belajar di gedung tersebut karena dalam keadaan tergembok. [ang/beq]






