Surabaya (beritajatim.com) – Panitia Disiplin Porprov VIII Cabang Olahraga Futsal Jawa Timur telah mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi kepada Kota Malang setelah insiden provokasi selebrasi kontroversial dalam pertandingan melawan Tim Kabupaten Pasuruan pada Senin, 28 Agustus 2023 di Fathi Futsal Center Tanggulangin, Sidoarjo.
Melalui putusan resmi, Panitia Disiplin menyatakan bahwa tim Kota Malang telah terbukti melakukan tindakan yang memicu kebencian dan kekerasan, yang merupakan pelanggaran terhadap Pasal 54 kode disiplin. Akibatnya, tim ini dikenai sanksi denda sebesar Rp 5 Juta. Selain itu, pemain Kota Malang dengan nomor punggung 4 dan 12 juga dinyatakan bersalah atas tindakan serupa dan dikenai sanksi sesuai pasal yang sama.
Keputusan lanjutan Panitia Disiplin juga menyatakan bahwa pemain Kota Malang dengan nomor 4 dan 12 akan dilarang bermain dalam satu pertandingan dalam even Porprov VIII Tahun 2023 sebagai konsekuensi dari perilaku mereka.
Baca Juga: Dapat Restu Gus Muhdlor Tim Sepakbola Sidoarjo Optimis Raih Emas Porprov Jatim VIII
Selain itu, tim Kabupaten Pasuruan juga tidak luput dari sanksi. Mereka dinyatakan bersalah atas perkelahian yang terjadi dalam pertandingan tersebut, yang merupakan pelanggaran terhadap Pasal 51 kode disiplin. Sebagai akibatnya, tim ini mendapatkan teguran keras, dengan peringatan bahwa pelanggaran serupa di masa depan akan berujung pada sanksi yang lebih berat.
Arif Syaifuddin, anggota Komite Disiplin Asosiasi Futsal Provinsi Jawa Timur, mengungkapkan bahwa surat keputusan ini telah melalui proses pemeriksaan dan pengadilan, dan langkah-langkah serta sanksi yang diambil terhadap Kota Malang harus segera dijalankan sesuai dengan keputusan Komite Disiplin.
“Surat keputusan ini sudah diperiksa dan diadili, dan sudah juga ditentukan keputusan dan sanksi yang diberikan untuk kota Malang dan dihimbau segera memenuhi apa yang sudah menjadi keputusan Komdis,” ungkap Arif Syaifuddin, Komite Disiplin Asosiasi Futsal Propinsi Jawa Timur, Kamis (31/8/2023).
Insiden ini berawal dari selebrasi akhir pertandingan dimana Kota Malang berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 5-4 melawan Kabupaten Pasuruan. Namun, selebrasi tersebut malah memicu kerusuhan antara pemain dari kedua tim, yang berujung pada perkelahian di lapangan futsal.
Pelatih tim futsal Kota Malang, Bagus Orton, menjelaskan bahwa selebrasi akhir pertandingan menjadi pemicu terjadinya kerusuhan ini. Meskipun usaha telah dilakukan untuk mengendalikan situasi, namun keadaan menjadi tidak terkendali akibat reaksi pemain yang masih emosional.
“Awalnya gara-gara selebrasi di gol akhir kemenangan Kota Malang, itu Pemicunya dan kita tidak tahu apakah tim sebelah ini tersinggung atau bagaimana tiba-tibasudah adu jotos sampai masuk ke dalam lapangan futsal, kita sudah sempat menghelai namun namanya anak-anak masih labil satu di himbau yang lain justru berkata lain akhirnya tidak terkendali,” ungkap Orton
Akibat dari kerusuhan tersebut, salah satu pemain kiper dari Kota Malang mengalami cedera serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Orton juga menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penanganan di rumah sakit terkait kondisi pemain tersebut.
Pihak terkait telah menjalankan proses hukum dan disiplin secara adil, dengan harapan bahwa langkah-langkah ini akan menjadi pembelajaran bagi semua pihak dalam menjaga etika dan disiplin dalam olahraga.
“Iya kita ada satu pemain yang sedikit parah saat ini masih dilakukan penanganan di rumah sakit di Sidoarjo karena kepala sebelah kiri ada benjolan karena indikasinya dikeroyok kita menunggu hasil dari rumah sakit,” ucapnya. (way/ted)






