Jember (beritajatim.com) – Pagar Nusa, perguruan silat yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, merobohkan sendiri tugu perguruan tersebut yang berada di Dusun Gumuk Kerang, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023).
Perobohan tersebut disaksikan Forum Pimpinan Kecamatan Ajung, baik dari kepolisian dan TNI, serta perwakilan semua perguruan silat. Sebelum dirobohkan dengan ditarik truk polisi, anggota Pagar Nusa membongkar logo perguruan dari tugu tersebut. “Bismillah,” seru anggota Pagar Nusa sebelum tugu dirobohkan.
“Ini tindak lanjut hasil rapat di Markas Komando Distrik Militer 0824. Pak Kapolsek sudah menindaklanjuti dengan mengumpulkan teman-teman semua perguruan silat di Ajung dan melakukan konsolidasi,” kata Camat Ajung Beni Armando Ginting.
Setelah diberi penjelasan, semua perguruan silat memahami dan bersedia membongkar sendiri. Penertiban tugu ini akan dilakukan secara bertahap. “Sesuai hasil kesepakatan, semua tugu (yang ditertibkan) berada di fasilitas umum. Kalau di tanah pribadi, silakan saja,” kata Beni.
Ada dua opsi yang diberikan kepada perguruan silat, yakni merobohkan tugu itu atau mengubahnya menjadi tugu Pancasila. “Monggo sudah pilih sendiri. Kalau Pagar Nusa tadi minta dibongkar. Silakan saja. Kami menyaksikan saja,” kata Beni.
Informasi yang diperoleh Beni, ada tugu perguruan silat lain yang akan dipindah ke tanah pribadi. “Silakan tidak masalah. Di Ajung, hanya ada dua perguruan silat yang punya tugu, yakni Pagar Nusa dan Persaudaraan Setia Hati Terate,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pagar Nusa Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengatakan, pembongkaran tugu tidak mengurangi wibawa organisasi dan simpati masyarakat. “Saya sudah sampaikan ke teman-teman, pokoknya tugu yang ada di luar tanah sendiri, dibongkar saja,” katanya. [wir]






