Malang (beritajatim.com) – Munculnya beragam usaha rintisan di Indonesia berasal dari ide segar anak-anak muda untuk menciptakan solusi dari sebuah permasalahan. Salah satunya, yakni PT Spiralife Bioteknologi Indonesia.
Perusahaan yang berdiri pada tahun 2020 ini, bermula dari keresahan dua orang pendiri, yakni Amak M. Ya’qoub dan Maulana Azim. Saat itu, keduanya sedang melanjutkan pendidikan di Groningen, Belanda.
“Awalnya, dari keresahan tentang ketertinggalan negara Indonesia dibanding negara-negara lain, salah satunya dalam mengolah mikroalga. Spirulina merupakan salah satu superfood yang kaya nutrisi dan telah diakui oleh dunia.,” terang Amak M. Ya’qoub, Pendiri Spiralife.
Setelah kedua putra bangsa ini kembali ke Indonesia, mereka menggandeng Arief Dwi Susanto yang memiliki visi dan misi yang sama. Selanjutnya, mereka bersama-sama saling bahu membahu dalam mendirikan PT Spiralife Bioteknologi Indonesia.
“Perusahaan ini setiap harinya berupaya untuk berinovasi dan meningkatkan budidaya, serta memperkenalkan mikroalga lebih luas kepada masyarakat,” kata dia.
Pelan tapi pasti, pada tahun 2022, perusahan ini berhasil meluncurkan produk kapsul spirulina yang diperkuat dengan zat gizi mikro. Inovasi ini membuat produk Spirulina dari Spiralife menjadi lebih unggul dari produk sejenis yang diimport.
“Keunggulan ini berasal dari kandungan zat gizi makro dan mikro pada produk yang dihasilkan oleh Spiralife semakin mendekati kebutuhan harian konsumen,” kata Kandidat PhD Manajemen Operasi, SOM Research Institute, Universitas Groningen Belanda ini.
Baca Juga: Spiralife: Startup Agritech Indonesia Sukses Tembus Pasar Global
Kemudian, pada pertengahan tahun 2022, Spiralife juga meluncurkan beberapa varian produk, diantaranya adalah Spiralife Spirulina Flakes, Spiralife Creamy Spirulina, Spiralife Fermented Spirulina, dan lainnya.
“Tepat pada tahun ini (2023) semua produk Spiralife resmi tersertifikasi halal,” papar dia.
Tak hanya itu, produk dari usahanya tersebut juga mendapatkan penawaran kerjasama dengan salah satu pengusaha asal Saudi Arabia. Selanjutnya, mendapatkan penawaran sebagai pemasok Spirulina pada perusahaan besar di Amerika.
“Kami juga sudah melakukan penjualan ekspor ke Jepang. Hal ini merupakan suatu kebanggaan, karena selama ini negara kita masih impor produk spirulina salah satunya dari Jepang,” lanjut pria berusia 42 tahun ini.

Ke depan, Amak akan membuat dan mengembangkan berbagai produk wellness berbahan baku spirulina yang kaya akan nutrisi, menggantikan produk impor dengan produk lokal indonesia dengan kualitas terbaik dan mengenalkan pada dunia bahwa produk lokal Indonesia mampu bersaing.
“Harapannya, Spiralife menjadi perusahaan terbesar yang menyediakan sumber pangan bernutrisi tinggi yang sustainable dan ramah lingkungan,” lanjut Dosen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi terhadap anak muda agar bisa melakukan inovasi.
“Saat ini melek teknologi dan menerima sebuah perubahan besar sangatlah dibutuhkan, karena negara Indonesia membutuhkan sumbangsih terbaik dari putra putri bangsa untuk kemajuan negara,” tandas dia. (ted)
========================
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






