Malang (beritajatim.com) – Di tengah pertumbuhan positif startup atau perusahaan rintisan, banyak solusi inovatif bermunculan untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam masyarakat.
Dalam ranah teknologi, terdapat startup-startup yang bergerak di bidang edutech, fintech, dan agritech. Salah satu perusahaan rintisan yang menonjol dalam bidang agritech adalah PT Spiralife Bioteknologi Indonesia, didirikan pada tahun 2020.
PT Spiralife Bioteknologi Indonesia berfokus pada riset, pengembangan, dan produksi berbagai spesies mikroalga, dengan salah satu produk unggulannya yaitu spirulina. Dibawah kepemimpinan Amak Muhamad Yaqoub, pendirinya, Spiralife menggabungkan tim ahli mikrobiologi, pebisnis, dan insinyur yang berjumlah total 10 orang.
Amak menjelaskan bahwa fokus saat ini adalah pada pengembangan mikroalga untuk berbagai produk, termasuk suplemen kesehatan, produk kecantikan, makanan, minuman, pakan ternak, dan pupuk tanaman. Kerjasama strategis juga menjadi bagian penting dari perjalanan Spiralife, termasuk kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menghasilkan produk-produk inovatif.
Spiralife telah menjalin kemitraan dengan perusahaan makanan dan minuman untuk menyediakan bahan berbasis mikroalga guna meningkatkan nilai gizi dalam produk mereka. Berbagai produk seperti saus spirulina, cookies spirulina, dan mie spirulina telah diperkenalkan ke pasaran.
Amak mengungkapkan bahwa beberapa klien Spiralife berfokus pada produk kecantikan dengan spirulina sebagai bahan utama. Mereka juga bermitra dengan restoran makanan sehat serta UMKM dalam produksi makanan ringan berinovasi dengan spirulina. Selain itu, kerjasama dengan perguruan tinggi juga terjalin dalam pengembangan teknologi pencahayaan LED khusus untuk budidaya mikroalga. Bahkan, ekspor produk ke Jepang telah berhasil dilakukan.
Namun, Spiralife juga menghadapi tantangan, seperti isu bau amis dari produk spirulina yang telah dialami oleh beberapa konsumen dari merek lain. Amak menjelaskan bahwa produk Spiralife berkualitas tinggi memiliki aroma yang lebih krimi dan creamy, tidak seperti spirulina lain yang memiliki bau amis.
Tantangan lainnya adalah kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap produk spirulina akibat kualitas produk palsu yang telah beredar. Solusi yang diberikan adalah edukasi mengenai perbedaan antara produk spirulina asli dan palsu.
Spiralife juga mengatasi kendala cuaca yang tidak stabil, yang dapat mengakibatkan kematian mikroalga. Mereka merancang sistem budidaya yang dapat menjaga kelangsungan produksi mikroalga bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Peduly, Startup Surabaya Utamakan Kemanusiaan melalui Donasi Online dan Relawan
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mikroalga, khususnya spirulina, Spiralife mengadakan seminar, berkolaborasi dengan mahasiswa perguruan tinggi, berpartisipasi dalam pameran, dan kegiatan edukatif lainnya.
Berkat usaha dan dedikasi tersebut, Spiralife telah meraih sejumlah prestasi, termasuk dua paten untuk fortified spirulina dan odorless spirulina. Mereka juga dinobatkan sebagai Startup terbaik pada berbagai ajang kompetisi, seperti ILEC LPDP 2021, Nakama 2021, Bank Indonesia Institute 2022, dan Indonesia Agri Food and Tourism Insight (IASTI) di Singapura pada 2022.
Spiralife tidak hanya berhenti pada pencapaian ini, namun juga tengah berupaya untuk mengeksplorasi peluang investasi guna meningkatkan kapasitas produksi dan penetrasi pasar. Rencana masa depan Spiralife melibatkan pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan produksi, kolaborasi dengan petani lokal untuk memberdayakan masyarakat sekitar, serta kemitraan dengan pemerintah untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk di Indonesia.
Selain itu, Spiralife juga berkomitmen dalam mengembangkan produk kesejahteraan berbahan dasar mikroalga, menggantikan produk impor dengan alternatif lokal berkualitas tinggi dan harga lebih kompetitif, serta menjadi penyedia utama bagi perusahaan-perusahaan besar di luar negeri.
Dengan tekad ini, Spiralife berharap dapat menjadi pelaku utama dalam menyediakan sumber pangan berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. (ted)
================
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






