Banyuwangi (beritajatim.com) – Tidak salah jika Rawon bakal merajai makanan jenis sup terenak di dunia saat ini. Salah satu makanan khas Jawa Timur ini memang memiliki tampilan dan citarasa yang menggoda.
Dalam sebuah situs tasteatlas, rawon mendapatkan bintang 4,7 sekaligus menjadi sup terenak di dunia. Bahkan, mengalahkan makanan jenis sup lain terkenal di dunia seperti ramen khas Jepang.
Rasa yang kuat ditambah dengan potongan daging yang nikmat, menjadi primadona bagi penggemar kuliner di Indonesia bahkan dunia. Lagi-lagi tidak salah jika rawon berhak terpilih jadi yang terenak di dunia.
Nah, ini ada sederet cerita menarik tentang rawon sebelum menjadi makanan sup terenak di dunia. Yang jelas, makanan ini banyak dijumpai di sekitar Jawa Timur.
Sejumlah daerah yang menjajakan warung pinggir jalan, kedai maupun rumah makan biasanya banyak menjual sup dengan ciri khas berwarna hitam ini. Jadi nggak ada salahnya bagi siapa saja yang mampir ke Jawa Timur, kurang afdol jika belum merasakan kuliner unik bernama rawon.
BACA JUGA:
Resep Rawon Daging Sapi Khas Jawa Timur, Kuahnya Gurih dan Lezat
Ada cerita unik dari rawon sebagai sup terenak di dunia ini. Di antaranya, memiliki cita rasa khas karena berasal dari rempah-rempah yang kuat dan konon keberadaannya memiliki sejarah panjang.
Airlangga Global Engagmen Univeristas Airlangga mencoba mengupasnya, setidaknya ada 4 cerita menarik di dalamnya, Apa saja itu?
1. Makanan Kuno
Dalam sejarah tidak ada catatan pasti mengenai hidangan rawon ini. Meski demikian, beberapa buku sastra Jawa abad ke-18 memberikan informasi tentang Rawon dan Kluwek, yang menjadi andalan masakan ini.
Informasi tentang kluwek juga terdapat dalam beberapa buku sastra lama, seperti Serat Centini, ensiklopedia kebudayaan Jawa yang disusun oleh para penyair Keraton Surakarta di bawah pemerintahan Sunan Pakubuwono V dan selesai pada tahun 1814.
Termasuk puisi naratif terpanjang dari Jawa Timur yakni Kakawin Bhomakawya juga menyebut tentang Rawon. Literatur-literatur tersebut menandakan bahwa Rawon merupakan kuliner warisan nenek moyang bangsa Indonesia.
2. Kaya Rempah
Sejak awal komposisi dari sup terenak di dunia ini memang mengandung bahan-bahan rempah yang kuat. Apalagi, negara ini terkenal dan kaya akan rempah-rempahnya. Jadi tidak heran jika rawon sebagai masakan lokal satu ini juga memiliki sentuhan itu.
Dari kandungan bumbu-bumbu itu ternyata yang membuat rawon rasanya kaya dan enak. Kompiosisinya terdapat bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar, kemiri, serai, kunyit, cabai, kluwek, garam, dan minyak sayur.
Bagian dari bumbu itu bahkan hanya bisa ditemukan di Indonesia. Jadi betapa esklusifnya masakan satu ini. Selain itu, cita rasa yang menarik karena kekayaan kuahnya juga berasal dari kuah kaldu sapi.
BACA JUGA:
Rawon Pecel Segera Dipatenkan Jadi Makanan Khas Jember
3. Sup hitam
Sup hitam ini tidak jauh dari tampilan uniknya yang berwarna hitam. Warna ini berasal dari bahan yang digunakan di dalamnya, yakni kluwek.
Kluwek atau pangium merupakan rempah-rempah yang terkenal kaya akan manfaat seperti menghindari penyakit kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, terhindar dari anemia, dan lain-lain.
Rasanya memang pahit, namun tidak perlu khawatir karena di Rawon penggunaannya hanya sedikit. Oleh karena itu, aman bagi siapa saja yang menikmatinya.
4. Beragam Lauk
Rawon biasanya disajikan dengan beragam lauk di sampingnya. Lagi-lagi komposisinya cukup bervariasi. Kombinasi antara tauge, nasi, daging sapi goreng, kerupuk udang, daun bawang, telur asin, dan sambal atau sambal.
Bagi yang ingin rasa kuahnya segar, biasanya ada tambahan irisan jeruk nipis. Penyajian Rawon berbeda-beda antar daerah. Ada pula pilihan pendamping untuk menikmatinya, ada jeroan dan tempe goreng.
Nah, itulah sejumlah cerita menarik dari rawon sebagai sup terenak di dunia. Buruan, nikmati sensasi sup hitamnya, pasti menggugah selera bagi siapa saja. [rin/suf]






