Surabaya (beritajatim.com) – Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap pertengahan bulan kalender hijriyah, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15. Ini artinya, pada bulan Safar 1445 H, amalan ibadah sunnah ini jatuh mulai hari Rabu, 30 Agustus, Kamis, 31 Agustus, dan Jumat, 1 September.
Puasa ayyamul bidh hukumnya sunnah muakad. Ibadah ini sangat dianjurkan untuk dilakukan. Terlebih ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan bagi siapa saja yang melaksanakannya.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan Ayyamul Bidh serta manfaatnya bagi mereka yang menjalankannya.
Makna dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Ayyamul Bidh merujuk pada periode pertengahan bulan dalam kalender Islam. Nama ini memiliki arti “hari-hari cerah” yang dihiasi dengan sinar bulan purnama.
Puasa ayyamul bidh jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam bulan Islam atau hijriyah, hari-hari ini dianggap memiliki nilai istimewa. Itulah sebabnya, disunnahkan untuk berpuasa sunnah Ayyamul Bidh.
BACA JUGA: Puasa Ayyamul Bidh Sudah Bisa Dilaksanakan, Ini Bacaan Niat yang Bisa Dibaca
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata, “Rasulullah SAW sering tidak makan (berpuasa) di hari-hari yang malamnya cerah (Ayyamul Bidh), baik ketika beliau di rumah ataupun ketika beliau bepergian.” (HR. An-Nasa’i)
Di lain sisi, pelaksanaan ibadah sunnah ini membawa banyak manfaat bagi umat muslim yang mengerjakannya. Pertama, menjalankan puasa Ayyamul Bidh selama 3 hari setara dengan pahala puasa sepanjang tahun.
Seperti dalam hadis yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun,” (HR. Bukhari).
Kedua, orang yang tekun berpuasa akan diberi akses khusus untuk memasuki surga di akhirat melalui pintu yang disebut A-Rayyan. Di antara mereka yang mendapat keistimewaan ini adalah yang melaksanakan puasa Ayyamul Bidh.
Selanjutnya, pahala puasa akan dilipatgandakan bagi orang yang melakukannya, sejalan dengan orang yang menjalankan puasa Ayyamul Bidh.Terakhir, puasa juga berfungsi sebagai perisai dari api neraka. Para ulama hadits menjelaskan bahwa puasa berperan sebagai tabir pelindung yang menghalangi umat muslim dari api neraka.
BACA JUGA: 7 Tempat Wisata di Pacet dan Sekitarnya yang Cocok untuk Pecinta Alam
Puasa Ayyamul Bidh adalah kesempatan bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan sunah yang penuh pahala. Kita diingatkan untuk melaksanakannya dengan penuh kesungguhan dan niat yang tulus, sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Sang Pencipta.
Dengan menjalankan puasa ini secara rutin, diharapkan kita dapat mendekatkan diri kepada keberkahan dan mendapatkan ampunan-Nya. (mnd/nap)






