Sampang (beritajatim.com) – Tidak butuh waktu lama, untuk mengungkap kasus dibalik penemuan janin bayi di kamar mandi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Zyn Sampang.
Kasi humas Polres Sampang, Ipda Sujianto menjelaskan, identitas ibu dari bayi tersebut adalah inisial AR (19) warga Sampang kota. Singkat cerita, pada pukul 03.00 WIB, Selasa (29/8/2023). AR didampingi oleh nenek dan bibinya mendatangi RSUD guna berobat dengan keluhan sakit perut.
Sesampainya, di RSUD inisial AR menuju toilet IGD dan melahirkan di kamar mandi tanpa bantuan keluarga maupun tenaga medis rumah sakit. Setelah melahirkan, bayi itu disembuyikan oleh AR di belakang closet lalu ditingalkan.
“Kemudian AR bersama nenek dan bibinya meninggalkan rumah sakit tanpa memberitahu kepada petugas bahwa telah melahirkan bayi di kamar mandi,” ujar Sujianto.
Ia menambahkan, sekitar pukul 07.30 WIB, clening servis RSUD menemukan bayi di dalam kamar mandi, lalu dilaporkan ke petugas rumah sakit. Pukul 08.00 WIB, Humas RSUD melaporkan atas penemuan janin bayi tersebut ke SPK Polres Sampang.
Selanjutnya piket SPK bersama tim mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi dan menemukan bayi diperkirakan berusia lima bulan dalam kondisi meninggal.
“30 menit pasca laporan pihak rumah sakit dan kepolisian sudah menemukan identitas dari ibu pembuang bayi, dugaan kuat, penyebab sakit perut itu karena AR meminum obat jenis Mipros Misoprosl untuk menggugurkan kandungannya,” tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 08.00 WIB, pagi tadi, salah satu petugas kebersihan rumah sakit menemukan janin bayi yang belum sempurna. Humas RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Wiwin Yuli Triyana membenarkan dan telah melaporkan ke Polres setempat. Wiwin menambahkan, bahwa janin yang ditemukan di dalam kamar mandi itu berkelamin laki-laki.[sar/kun]
BACA JUGA: Polisi Investigasi Temuan Janin di Kamar Mandi RSUD Sampang






