Banggai (beritajatim.com) – Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina dengan bangga mengumumkan inisiatif Drilling Campaign hingga tahun 2025 sebagai ekspresi komitmen kuat dalam memajukan Sulawesi sebagai pusat produksi gas yang baru.
Langkah ini mencakup eksplorasi empat sumur strategis, yaitu East Wolai (EWO)-001, West Wolai (WWO)-001, dan Julang Emas (JLE) di Kabupaten Banggai, serta Tedong (TDG)-001 di Kabupaten Morowali Utara.
Nanang Abdul Manaf, Wakil Kepala SKK Migas, menegaskan bahwa wilayah Sulawesi memiliki potensi yang signifikan dalam sektor migas, terutama gas bumi.
Oleh karena itu, SKK Migas mendorong pelaksanaan eksplorasi di wilayah ini sebagai bagian dari upaya mencapai target produksi nasional sebesar satu juta barel per hari (bph) minyak dan 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) gas pada tahun 2030.
“Dalam menjalankan proyek ini, keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama bagi seluruh pekerja dan kontraktor terlibat. Meskipun kami berusaha keras untuk mencapai target, prinsip keselamatan tidak boleh dikompromikan,” ujar Manaf.
Endro Hartanto, Direktur Regional Indonesia Timur, menambahkan bahwa pengeboran eksplorasi pada sumur WOL-001 menggunakan Rig PDSI #04.3/N110-M dengan kapasitas 1.500 HP dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang fokus pada layanan industri migas.
BACA JUGA:
Hingga Juni 2023, Produksi Gas Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target
“Kegiatan eksplorasi ini merupakan bagian dari Driiling Campaign yang bertujuan untuk mengoptimalkan penemuan cadangan di wilayah Timur Indonesia. Setelah tahun lalu sukses menjalankan pengeboran eksplorasi di Papua, pada periode 2023 hingga 2025, kami fokus pada eksplorasi di Kawasan Sulawesi,” jelas Hartanto.
GM Zona 13, Benny Sidik, menambahkan bahwa PEP DMF (Pertamina EP Development Management Field) berharap hasil eksplorasi di Lapangan East Wolai dan West Wolai akan menghasilkan penemuan cadangan yang mampu meningkatkan pasokan gas menjadi 70 MMSCFD dengan periode minimal 15-20 tahun, menjawab kebutuhan industri di daerah tersebut.
“Dengan upaya ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap keberlanjutan pasokan energi di Kawasan Sulawesi,” tegas Benny. [beq]






