Surabaya (beritajatim.com) – Tim pencak silat (pesilat) Surabaya berhasil mencapai dominasi pada pertandingan final kelas tanding dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur, yang diselenggarakan di Arena Auditorium Jombang pada Sabtu (26/8/2023).
Sebanyak tujuh pesilat dari Surabaya berhasil melangkah ke pertandingan final, terdiri dari dua pesilat putri dan lima pesilat putra. Prestasi ini menjadikan Surabaya sebagai kontingen dengan jumlah terbanyak yang berhasil mencapai pertandingan final dari total 17 kelas yang dipertandingkan.
Pada final putri kelas F, pesilat Surabaya bernama Nova Marteha akan berhadapan dengan wakil dari Sumenep, yaitu Syarifa. Sebelumnya, Nova berhasil mengalahkan pesilat Kediri, Venisia, di babak semifinal dengan skor yang meyakinkan, 44-4.
Di pertandingan final kelas D putri, pesilat Surabaya lainnya, Iflahatul Isnaini, akan bertanding melawan wakil dari Ponorogo, yaitu Devi Pandum. Pada babak semifinal, Iflahatul mengungguli pesilat Madiun, Cindy Dian, dengan skor 16-5.
Pada sektor kelas tanding putra, kelima pesilat Surabaya yang berhasil mencapai final adalah M. Asadullah (kelas B), Ubaidilah (kelas J), Ganesa Reksa (kelas I), Ikbal Nasrullah (kelas G), dan Amirullah Karim (kelas C).
Baca Juga: Banyuwangi Sabet Medali Emas Perdana Cabang Silat di Porprov VIII Jawa Timur 2023
Ketua Umum IPSI Surabaya, Bambang Haryo Soekartono, yang turut hadir di tribun, menyatakan rasa syukurnya atas berhasilnya kontingen mereka meraih posisi paling banyak pada babak final.
“Namun, perjuangan kami belum berakhir. Masih ada satu pertandingan tersisa. Kami berharap hasil yang optimal pada pertandingan final mendatang,” ungkap Bambang Haryo, atau yang akrab disapa BHS.
Pada Porprov sebelumnya yang diadakan di Jember dua tahun yang lalu, kontingen Surabaya berhasil meraih gelar juara umum setelah mengumpulkan poin tertinggi.
Sementara itu, Pelatih Pencak Silat Puslatda Jatim, Karyono, menyatakan bahwa jadwal pertandingan silat dalam Porprov diadakan lebih awal dari yang direncanakan karena permintaan dari berbagai daerah.
“Jadwal Porprov sempat berdekatan dengan jadwal Pra PON yang dijadwalkan pada 6 September. Beberapa daerah meminta untuk memajukan jadwal agar para pesilat dapat tampil maksimal pada Porprov dan memiliki waktu pemulihan sebelum Pra PON,” ujar Karyono. (way/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”porprov”]






