Jember (beritajatim.com) – Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendukung pemerintah daerah menyosialisasikan rawon pecel sebagai makanan khas untuk diketahui publik di luar daerah tersebut.
“Ketika ada pameran atau bazar di luar daerah, khususnya terkait makanan, rawon pecel seharusnya ada di lapak milik Kabupaten Jember. Ini untuk mengenalkan rawon pecel sebagai makanan khas Jember kepada masyarakat di daerah lain,” kata Wakil Ketua Komisi B Ikbal Wildan Fardana, Jumat (25/8/2023).
Ikbal menekankan perlunya sosialisasi dab pengenalan secara masif, karena makanan tak bisa dipatenkan. Ini agar ingatan publik langsung tertuju kepada Jember ketika membicarakan rawon pecel, sebagaimana edamame, Jember Fashion Carnaval, maupun suwar suwir. Identifikasi Jember dengan rawon pecel diharapkan akan seperti pempek dengan Palembang maupun tape dengan Bondowoso.
“Pemkab harus sering menyosialisasikan dan menyuarakan bahwa rawon pecel adalah makanan khas Kabupaten Jember. Ini bisa dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika maupun melalui perangkat daerah seperti kecamatan, desa, dan kelurahan,” kata Ikbal.
Bupati Hendy Siswanto mendeklarasikan rawon pecel sebagai makanan khas Jemberm saat menutup acara Pekan QRIS oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jember, di alun-alun Kabupaten Jember, Minggu (20/8/2023) malam. “Ini adalah makanan tradisional yang tidak asing lagi buat kita,” katanya.
“Jangan keliru pecel rawon, tapi rawon pecel. Rawon toppingnya pecel. Kalau rawonnya panas, pecelnya tidak terlalu panas tidak apa-apa. Ini jadi makanan khas Jember yang harus kita dorong bersama-sama,” kata Hendy.
Menurut Hendy, rawon pecel akan sukses dikenal sebagai makanan khas Jember jika masyarakat mau menghargai, menikmati, dan terus berinovasi kuliner. “Saya berharap yang hadir di sini masak dan makan rawon pecel di rumah masing-masing. Kalau tidak ada di rumahnya, beli di tetangga masing-masing,” katanya.
Chef Steby Rafael saat menggelar kelas memasak rawon pecel di alun-alun Jember bahkan menambahkan petis udang sebagai bumbu. “Rawon yang asli harus lengkap bumbunya dan masaknya harus benar. Petis adalah bahan makanan khas Jawa Timur yang banyak mengandung glutamat alami atau penyedap alami,” katanya.
“Jadi saat ada petis di dalamnya, kita mendapatkan rasa gurih atau umami yang tidak bisa diwakilkan kaldu-kaldu bumbu. Kalau umami, cita rasa terasa sampai pangkal lidah. Itu yang membuat rawon, walau terkesan sederhana, cita rasanya harus bulat dalam mulut,” kata Rafael. [wir]






