Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 1.110 mahasiswa Unisla menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tahun ini, lokasi KKN yang dipilih berada di wilayah yang dialiri Sungai Bengawan Solo.
Rektor Universitas Islam Lamongan (Unisla) Abdul Ghofur menyampaikan bahwa KKN Unisla ini difokuskan pada 4 Kecamatan dan 30 desa yang berada di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo.
Melalui KKN ini, dimaksudkan agar para mahasiswa Unisla mampu mengembangkan inovasinya. Mengingat, lokasi KKN tersebut merupakan wilayah di Lamongan yang menjadi langganan banjir tiap tahun.
“Mahasiswa peserta KKN ini terdiri dari 18 program studi (prodi). Kami berharap, para peserta bisa mengembangkan inovasinya untuk meningkatkan inovasi lokasi KKN. Karena lokasi KKN mereka berada di daerah yang hampir tiap tahun terkena banjir,” kata Ghofur, saat dikonfirmasi, Minggu (20/8/2023).
Ghofur pun berpesan kepada para mahasiswa agar terus menjaga diri, nama baik orang tua dan almamater Kampus Hijau saat menjalani KKN. Selain itu, Ghofur juga berharap, program kerja dan pengabdian kepada masyarakar saat KKN ini bisa memberikan output berupa jurnal pengabdian kepada masyarakat.
“KKN tahun ini bertajuk Berdaya Bersama Aliran Peradaban. Tema ini berkaitan erat dengan lokasi KKN yang menyimpan banyak sekali artefak peninggalan bersejarah, termasuk religi, sosial dan budaya,” terangnya.
“Para peserta KKN Unisla ini dituntut untuk membuat dokumentasi tentang keseharian mereka. Agar mereka bisa menggali potensi di 30 desa sepanjang aliran Bengawan Solo tersebut. Sehingga desa-desa tersebut bisa terblow up,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turut mengatakan bahwa selama ini Unisla telah membersamai sejumlah program yang diselenggarakan Pemkab Lamongan. Unisla juga berperan besar dalam upaya meraih kejayaan Lamongan dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Oleh sebab itu, orang nomor satu di Lamongan ini berharap, para mahasiswa KKN Unisla mampu berinovasi dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.
“Saya sampaikan terima kasih kepada Unisla, karena sampai saat ini masih membersamai program-program kami dalam mencapai Kejayaan Lamongan serta terciptanya Indonesia Emas 2045 ketika 100 tahun Kemerdekaan RI,” ujar Yuhronur.
BACA JUGA:
Tingkatkan SDM, Lamongan Launching Program Beasiswa Lagi
Dalam kesempatan ini, Yuhronur menjelaskan, Kabupaten Lamongan telah mencapai perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dari beberapa capaian indikator pembangunan, salah satunya adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Lamongan tidak memiliki Sumber Daya Alam seperti kabupaten/kota tetangga. Oleh karena itu kita akan terus fokus dan mendorong sumber daya manusia menjadi sebuah bagian penting untuk menciptakan generasi yang unggul. Dengan adanya KKN ini salah satunya,” paparnya.
Terkait tema KKN yang diusung Unisla, Yuhronur menilai bahwa tema tersebut adalah krusial. Sehingga penting bagi mahasiswa peserta KKN untuk benar-benar bisa memahami lokasi sesuai dengan mata kuliah yang didalami di kampus tentang Bengawan Solo.
“Dengan menerjunkan mahasiswanya ke daerah-daerah sepanjang aliran Bengawan Solo ini, saya berharap para mahasiswa KKN memiliki pemahaman dan pengalaman yang lebih luas terkait desa dan kecamatan tempat dilaksanakannnya KKN,” tuturnya.
BACA JUGA:
Momen HUT ke-78 RI, 454 Napi di Lamongan Terima Remisi
Lebih lanjut, Yuhronur berkata, Bengawan Solo bukanlah sumber bencana, melainkan anugerah dari Allah SWT yang harus terus disyukuri. Bahkan, menurutnya, keberadaan Bengawan Solo yang melintasi wilayah Lamongan ini justru telah melahirkan anyak inovasi.
“Bengawan Solo merupakan sumber bahagia dan keberkahan. Ini bisa dibuktikan saat ini luas panen maupun hasil produksi panen masih konsisten dan tidak berubah walaupun beberapa kali kita ada bencana banjir,” jelasnya.
“Ketika musim kemarau, air sulit didapatkan petani. Alhamdulillah kita mengelola air Bengawan Solo, panen padi masih konsisten dan melimpah. Jadi saya berharap, adik-adik mahasiswa bisa berinovasi menjadikan Bengawan Solo menjadi keberkahan,” pungkasnya. [riq/but]






