Malang (beritajatim.com) – Hasil survei Museum Musik Indonesia (MMI) pada anak-anak usia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menunjukan bahwa anak-anak saat ini banyak yang tidak tahu tentang lagu daerah.
Survei ini dilakukan di momen Car Free Day di Jalan Ijen Kota Malang beberapa waktu lalu. Survei dilakukan jelang gelaran lomba Nusantara Bernyanyi yang dilakukan MMI untuk melestarikan lagu daerah.
Melihat fenomena ini, Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang Ahmad Farih Sulaiman mengatakan, bahwa hasil survei ini menjadi kado pahit bagi kemerdekaan Republik Indonesia yang kini berusia 78 tahun.
“Harusnya Kota Malang sebagai kota pelajar jauh lebih unggul tentang pengetahuan lagu daerah. Harusnya lebih baik,” kata Farih, Jumat, (18/8/2023).
Farih mengatakan sangat miris di tengah kemajuan teknologi anak-anak muda zaman sekarang lebih hafal lagu barat hingga lagu Korea atau K-Pop. Ketimbang lagu daerah yang dianggap sebagai identitas bangsa.
“Nanti kita akan review muatan lokal bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kalau memang hasil survei itu benar dilakukan. Kita miris kok bisa, peserta didik jangan lebih hafal lagu barat, lagu Korea atau bangsa lain tapi justru tidak hafal lagu nasional atau lagu daerah. Malang harus puya corak berbeda sebagai kota pelajar harus tahu dengan lagu daerah atau nasional,” imbuh Farih.
Farih menuturkan, dalam lagu daerah tidak ada lagu yang tidak memiliki nilai. Semua lagu memiliki nilai. Dia khawatir anak-anak zaman sekarang justru tidak tahu nilai kebudayaan bangsa.
“Media sosial seperti Tiktok itu bisa dimanfaatkan dengan baik. Misalkan peserta didik diminta merekam saat bernyanyi lagu daerah lalu di unggah di media sosial. Itu bagian dari memasifkan lagu daerah,” ujar Farih.
Sebelumnya Museum Musik Indonesia (MMI) memperingati hari Kemerdekaan ke 78 Republik Indonesia dengan menggelar lomba bernyanyi. Lomba ini berjudul Nusantara Bernyanyi.
Ketua Museum Musik Indonesia, Ratna Sakti Wulandari mengatakan, bahwa Nusantara Bernyanyi digelar untuk anak-anak berusia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Pendaftaran dibuka sejak 18 Agustus, babak penyisihan dimulai pada 20 hingga 22 Agustus dan babak Final pada 25 Agustus 2023. “Ini adalah upayanya untuk kembali mengenalkan lagu daerah,” kata wanita yang akrab disapa Mbak Nana itu, Kamis, (17/8/2023).
MMI melakukan survei pada anak-anak di momen Car Free Day tentang pengetahuan lagu daerah. Survei dilakukan secara acak. Hasilnya memprihatinkan bahwa anak-anak banyak yang tidak mengetahui tentang lagu daerah-daerah.
Bahkan anak-anak usia SD dan SMP ternyata lebih banyak yang hafal tentang lagu K-Pop atau lagu barat. Untuk itu mereka mencoba melestarikan lagu daerah melalui Nusantara Bernyanyi.
“Mereka banyak yang tidak mengenal lagu-lagu daerah. Ada yang menjawab tahu, tapi lupa. Ada pula yang menjawab sama sekali tidak tahu. Ini mengkhawatirkan, karena mereka lebih suka lagu Korea atau K-Pop dan lagu barat,” kata wanita yang akrab disapa Nana itu. (Luc/kun)
BACA JUGA: Konser Kemerdekaan 2023, Happy Asmara Siap Meriahkan Kota Malang






