Sumenep (beritajatim.com) – Ketua umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengingatkan para orang tua terhadap dampak penggunaan ‘gawai’ (gadget) bagi anak.
“Sekarang ini memang sudah masuk dunia digital. Anak-anak mulai akrab dengan gawai. Karena itu, para orang tua harus bisa membatasi penggunaan gawai bagi anak-anak,” katanya.
Seto Mulyadi yang karib disapa Kak Seto ini berada di Sumenep menjadi nara sumber dalam seminar nasional ‘Mendidik dengan Cinta di Keluarga yang Ramah Anak’. Seminar yang digagas TP PKK Kabupaten Sumenep tersebut bertempat di Gedung Ki Hajar Dewantoro.
“Dampak gawai terhadap anak ini luar biasa. Karena itu, orang tua harus mengawasi anaknya, agar tidak menonton konten negatif dari gawainya. Apalagi sekarang ini kekerasan terhadap anak juga meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kak Seto meminta para orang tua tidak mendidik anak dengan kekerasan seperti memukul dan membentak, karena itu bisa mengubah karakter anak.
“Peran orang tua dalam membetuk karakter anak ini sangat penting. Anak-anak itu jangan dibentak. Jangan marah-marah, apalagi sampai mukul anak. Ini bisa mengganggu mentalnya, karena membekas di ingatannya. Kelak bisa saja ia meniru perlakuan yang ia terima sejak kecil,” ujarnya.
Pria yang jugs kerap disebut sahabat anak ini juga meminta agar para orang tua memberikan pengetahuan positif bagi anaknya, termasuk menjaga lingkungan bermainnya.
BACA JUGA:
Sepeda Motor ‘Adu Banteng’, Dua Mahasiswa Sumenep Meninggal
“Saya percaya, semua orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang baik. Karena itu, kita harus mendidik anak dengan cinta, dan membentuk keluarga yang ramah anak,” tuturnya.
Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi sepakat dengan yang disampaikan Kak Seto. Menurutnya, membentuk karakter anak, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun di lingkungan bermain merupakan momen penting yang harus diperhatikan para orang tua.
“Anak adalah titipan Allah SWT, yang harus dididik dengan kasih sayang. Sebagai orang tua, kita juga harus bisa memberikan kehidupan yang layak, dan mendorong menjadi generasi bangsa yang berahlak dan berbudi pekerti yang baik,” ucapnya.
BACA JUGA:
99 Penari Muang Sangkal Meriahkan Upacara HUT ke-78 RI di Sumenep
Nia mengatakan, pertumbuhan karakter anak-anak Indonesia wajib diarahkan ke karakter yang positif. Karena itu, perlu kerja sama dari orang tua, guru dan Pemerintah.
“Membentuk karakter anak apalagi usia dini, harus dengan cinta dan kasih sayang, terutama dari kedua orang tuanya. Anak harus diarahkan dan diajarkan dengan hal-hal yang positif,” tukasnya. [tem/but]






