Singapura (beritajatim.com) – Tiga pelajar Sekolah Indonesia Singapura (SIS) menghidupkan tarian Mappadendang dari Sulawesi Selatan dengan penuh semangat. Tarian ini umumnya dipentaskan dalam rangka merayakan panen. Pengunjung terpesona dan kagum saat mengetahui bahwa penari-penari ini adalah siswa SMA di SIS.
“Meskipun begitu muda, mereka memiliki keterampilan yang luar biasa. Saya sangat mengagumi mereka. Saya sangat beruntung bisa berada di sini dan menonton pertunjukan ini,” ungkap Michelle, seorang wisatawan dari Eropa yang tengah berkunjung ke Garden by the Bay.
Penampilan menakjubkan para siswa SIS ini merupakan bagian dari kurikulum budaya yang diterapkan di SIS. “Kami mengenalkan dan menghidupkan rasa cinta siswa terhadap budaya Indonesia melalui kegiatan rutin dan terstruktur,” terang Kepala Sekolah Indonesia Singapura, Yenny Dwi Maria.
Meskipun berada di Singapura yang dikenal memiliki salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia, SIS mampu berbeda dan bahkan menjalin kemitraan dengan sejumlah sekolah lokal.
BACA JUGA:
Pesona Budaya Indonesia di Festival Anggrek ASEAN Singapura
“Sekolah Indonesia Singapura bukan sekadar sekolah dengan kurikulum Indonesia, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia di Singapura,” tegas Satrya Wibawa, Atase Pendidikan KBRI Singapura.
Jumlah siswa SIS kini mencapai 168 orang, meningkat hampir 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebagian besar berkat program budaya yang terintegrasi dalam kurikulum akademik.
“Ketika sekolah-sekolah lokal di Singapura fokus pada aspek akademik, SIS dengan kurikulum merdeka-nya memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang tidak hanya secara akademis tetapi juga non-akademis, termasuk seni budaya Indonesia,” papar Satrya.
“Para siswa sangat antusias dan penuh semangat mengikuti program ini,” tambah Yenny.
BACA JUGA:
Singapura dan Pemprov Jatim Latih 100 Guru Konseling Malang
Yang menarik, saat ini Singapura tengah mengalami transisi menuju kurikulum baru yang sejalan dengan beberapa aspek kurikulum merdeka.
“SIS di masa depan dapat menjadi sekolah laboratorium yang menggabungkan kelebihan kurikulum merdeka dengan elemen-elemen dari kurikulum Singapura,” lanjut Satrya.
Sekolah Indonesia Singapura adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang dikelola oleh negara di Singapura dan telah diakreditasi sesuai dengan standar pendidikan di sana.
Pada tahun 2023, tiga siswa SIS berhasil masuk ke babak final olimpiade nasional di Jakarta, dan beberapa lulusan SIS tahun ini diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan dan SNMPTN. [beq]






