Malang (beritajatim.com) – Aulia Dzakiyyah Nur Laili begitu tangkas dalam dalam bertanding hal itu tidak terlepas dari latihan secara tekun konsisten dan tekun. Tak hanya itu, mental Aulia sudah teruji semenjak berlatih berpasangan dengan teman atlet laki-laki.
“Dalam kelas 65-70 kg saat berlatih saya tak mendapat teman atlet putri seimbang. Oleh sebab itu, saat Aulia mendapat tawaran mengikuti kejurnas kategori fight saya langsung setuju,” kata Aulia melalui keterangan yang diterima beritajatim.com, Minggu (13/8/2023).
Atlet muda berbakat yang merupakan mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) ini meraih dua juara pada Kejuaraan Nasional (kejurnas) ke-27 Silat Perisai Diri Antar Perguruan Tinggi Tahun 2023. Ia meraih Juara 1 Solospel Putri dan Juara 1 Tanding Kelas E Putri pada Kejurnas Perisai Diri di Gor Pajajaran Bandung, pada 2-6 Agustus 2023 lalu.
Kejurnas ini diikuti sekitar 300 atlet dari 61 kontingen perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Event ini memperebutkan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.
“Bangga rasanya baru mendaftar di ITN Malang langsung diijinkan mewakili kampus di kejurnas perti (perguruan tinggi) Perisai Diri. Ini kejuaraan kali pertama saya, dan langsung mendapat juara satu di dua kelas sekaligus,” kata Aulia.
BACA JUGA:
Rutin Latihan Fisik, Mahasiswa ITN Sabet Juara 1 Karate Piala Pangdam V Brawijaya 2023
Perempuan asli Malang ini berlatih silat Perisai Diri sejak di bangku SMA. Namun, baru memperoleh kesempatan ikut kejuaraan ketika menjadi mahasiswa baru ITN Malang. Ia merasa tertarik dengan pada seni silat Perisai Diri ada pada gerakan yang menurutnya terlihat lebih luwes, tenang, tapi keras dan mematikan.
“Bagi saya gerakan Perisai Diri itu tenang, indah, rapi, penuh ketangkasan. Perisai Diri termasuk perguruan pencak silat yang punya teknik mematikan,” jelas maba ITN ini.
Pada Kejurnas Perti Perisai Diri, Aulia Juara 1 Solospel Putri. Ada 50 atlet pada kelas ini. Solospel merupakan seni pencak silat yang diperagakan oleh pesilat tunggal dengan menampilkan kombinasi gerakan intisari bela diri.
“Di solospel ada 40 gerakan. Seperti teknik mliwis, teknik naga, teknik kuntul, dan lainnya. Paling tinggi teknik putri, biasanya teknik ini untuk ujian para pendekar. Alhamdulillah kemarin saya ingat urutan gerakan itu. Sebenarnya wajar kalau lupa urutan, asalkan tidak sampai berhenti karena lupa,” terangnya.

Sementara pada Kejurnas Tanding Kelas E Putri diperebutkan oleh lima atlet dengan berat badan 65-70kg, dan Aulia menyabet juara 1. Menurut Aulia, lawan paling berat saat final menghadapi atlet dari Universitas 11 Maret. Ditambah lagi saat final di hari terakhir semua mata penonton tertuju pada gelanggang. Hal tersebut membuatnya harus menjaga mentalnya saat bertanding.
“Lawan memiliki bodi lebih tinggi, dan besar untuk kelas 65-70 kg. Dia jago dalam tangkapan dan bantingan, namun tendangannya tidak begitu. Makanya saya agak kesulitan mendapat di poin bantingan. Jadi saat lawan menendang langsung saya tangkap, disinilah saya dapat poin,” kenangnya.
BACA JUGA:
Pebulutangkis ITN Malang Raih 3 Juara Antar Mahasiswa 2023
Aulia termotivasi ikut olahraga bela diri untuk bekal mempertahankan diri saat menghadapi kejahatan, sekaligus melatih mental dan hidup sehat. Dia berharap ke depan UKM Perisai Diri ITN Malang dapat eksis kembali.
“Saat kejurnas banyak tetua yang menyapa karena saya mewakili ITN. Mereka pada menanyakan kabar Perisai Diri ITN Malang. Bahkan saya juga sempat bertemu dengan alumni,” katanya mengakhiri. [dan/but]






