Banyuwangi (beritajatim.com) – Fokus penanganan stunting di Banyuwangi akan dilaksanakan di empat kecamatan. Di antaranya, Giri, Banyuwangi, Kabat, dan Cluring.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menyebut, penanganan itu fokus pada peningkatan nutrisi dan gizi anak. Di antaranya, program pemberian makanan tambahan bagi balita wasting dan underweight tersebut.
“Total ada 350 balita yang telah terdata by name by address. Rinciannya, 94 anak underweight dan 256 wasting,” tutur Amir, Sabtu (12/8/2023).
Interval pendampingan, kata Amir, akan diberikan dengan variasi sesuai kondisi sasaran. Bagi anak wasting didampingi selama 56 hari. Sementara anak underweight 14 hari sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan.
“Pelaporan program dilakukan setiap hari dengan cara meng-input jenis intervensi ke dalam aplikasi Banyuwangi Tanggap Stunting (BTS). Termasuk pula perkembangan kondisi balita harian, jadi bisa kita pantau harian,” jelas Amir.
BACA JUGA:
Pesan Ibu Negara Soal Penanganan Stunting di Banyuwangi
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sempat menyambangi balita 58 bulan yang terdeteksi wasting di Kelurahan Kertosari, Banyuwangi. Kepada balita tersebut, Ipuk menyerahkan paket makanan tambahan kepada para balita.
“Banyuwangi juga memiliki program penanganan stunting. Di antaranya, pemberian bahan makanan bernutrisi kepada baduta stunting dan ibu hamil resiko tinggi yang melibatkan pedagang sayuran keliling. Setiap hari, sasaran akan dikirim bahan makanan bergizi oleh pedagang sayur,” katanya.
Bahkan, kata Ipuk, pada momen sebulan sekali, ribuan ASN beraksi untuk belanja makanan bergizi lewat Hari Belanja UMKM. Dari hasil itu, akan didonasikan untuk penanganan stunting.
“Kita juga perbanyak sosialisasi kepada para calon pengantin dan ibu-ibu yang memiliki balita tentang pentingnya makanan bernutrisi penting dan pola pengasuhan untuk mencegah stunting,” tutup Ipuk. [rin/suf]






