Banyuwangi (beritajatim.com) – Langkah Banyuwangi untuk penanganan stunting di daerahnya kian nyata. Bahkan, kota di ujung Pulau Jawa ini dipilih langsung menjadi pilot project program intervensi gizi untuk pencegahan stunting.
Pemilihan itu digagas oleh ibu-ibu dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM). Butuh waktu 56 hari, 350 balita Banyuwangi akan mendapatkan makanan bergizi siap santap setiap hari.
Mereka yang mengalami berat badan kurang akan diberikan makanan tambahan ( PMT) bernutrisi tinggi. Para kader posyandu akan membantu pendistribusian makanan jadi kepada balita yang mengalami wasting dan underweight di wilayahnya.
Wasting adalah kondisi saat anak memiliki berat badan rendah dibandingkan dengan tinggi badannya. Sementara underweight atau gizi kurang adalah kondisi ketika anak memiliki berat badan terlalu rendah untuk seusianya.
BACA JUGA:
Pemerintah Pusat Gotong Royong Tangani Stunting di Banyuwangi
“Program ini semakin melengkapi berbagai inovasi penanganan stunting yang telah dilakukan di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyalurkan bantuan pada balita berusia 35 bulan yang mengalami wasting, di Lingkungan Welaran, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, Sabtu (12/8/2023).
Menurut Ipuk, ada tugas tersendiri yang bakal diemban oleh para kader kesehatan. Untuk kader posyandu terpilih bertugas mengolah dan mendistribusikan makanan, sedangkan kader TPK (Tim Pendamping Keluarga) bertugas memonitor dan melaporkan perkembangan kesehatan sasaran.
“Makanan yang diberikan sudah ada rekomendasi dari ahli gizi, kita berikan resepnya juga. Petugas puskesmas akan monitoring perkembangannya setiap minggu. Kita berharap dengan intervensi gizi yang diberikan dalam rentang waktu tersebut berat badan sasaran meningkat, sehingga tidak mengarah ke stunting,” jelas Ipuk.
BACA JUGA:
BKKBN dari 16 Provinsi Workshop Bahas Stunting dan Kemiskinan di Banyuwangi
Menurut dia, penanganan stunting memang harus dilakukan secara holistik. Bukan hanya anak stunting yang diintervensi, namun anak-anak yang berpotensi mengalami stunting juga perlu mendapatkan perhatian.
Jika program Banyuwangi Tanggap Stunting (BTS) yang digencarkan Pemkab Banyuwangi fokus mengintervensi gizi anak yang telah terindikasi stunting. Maka program OASE-KIM ini lebih pada pencegahannya. Yakni melakukan perbaikan gizi kepada balita yang mengalami malnutrisi akut untuk mencegah terjadinya stunting (gagal tumbuh).
“InsyaAllah dengan penanganan semcam ini prevalensi stunting di Banyuwangi dapat ditekan. Terima kasih kepada Ibu Iriana Jokowi yang telah mendukung penanganan stunting di Banyuwangi,” kata Ipuk. [rin/suf]






