Ngawi (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ngawi bakal melakukan penyelidikan terkait kejadian pencurian di minimarket. Pencurian terjadi di minimarket Jalan Raya Walikukun-Ngrambe masuk Desa Walikukun Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (8/8/2023) pukul 04.30 WIB.
Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono mengatakan, sudah menerima kiriman video rekaman closed circuit television (CCTV). Pihaknya bakal segera melakukan penyelidikan.
“Kami sudah menerima dan melihat isi video tersebut. Kami akan pastikan letak dan posisi minimarket ini. Serta kemudian mencari keterangan sejumlah saksi,” kata Agung, Jumat (11/8/2023).
Sesuai dalam video, dia menduga jika pencuri lebih dari dua orang. Namun, dia akan memastikan setelah penyelidikan.
Sebelumnya diberitakan, komplotan maling membobol sebuah mini market di Jalan Raya Walikukun-Ngrambe masuk Desa Walikukun Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (8/8/2023) pukul 04.30 WIB.
BACA JUGA:
Maling Bobol Mini Market di Walikukun Ngawi, Terekam CCTV
Toserba yang dilengkapi kamera closed cicuit television (CCTV) itu merekam sebuah mobil dan seorang pria yang mendekat ke arah toko. Pun, CCTV di dalam toko merekam tiga orang yang memasuki area toko dan mengambil rokok, uang tunai di laci kasir, dan susu.
Mundirin (52) si pemilik sekaligus warga setempat mengaku mengetahui tokonya dibobol saat membuka toko. Kemudian, dia mengecek CCTV dan mendapati jika ada tiga orang pria yang memasuki tokonya.
“Kalau dilihat dari CCTV, itu bawa mobil jenisnya Xenia atau Avanza gitu ya. Warna hitam. Kemudian, ketiganya pakai topi dan masker. Bajunya hitam. Wajahnya gak kelihatan. Pasa membobol gak kelihatan. Kerekam lagi pas udah masuk toko,” kata Mundirin saat ditemui di tokonya, Jumat (11/8/2023).
BACA JUGA:
Truk Jeruk Tabrak Kendaraan Lain di Tol Ngawi, Sopir Terjepit
Menurut keterangannya, setelah dicek, barang yang diambil yakni berupa rokok, susu, dan uang tunai total Rp800.000 di laci kasir depan dan kasir belakang. Total kerugian mencapai Rp10 juta.
“Kunci gembok dirusak dan gak ada bekasnya. Kemudian, kunci folding door-nya dirusak oleh pelaku,” katanya.
Kejadian itu sudah dilaporkannya ke Polsek Widodaren dan dia mengaku pihak kepolsian sudah mendatangi tokonya untuk mengecek.
Pernah Dibobol Maling
Mundirin mengaku, bukan pertama kali ini tokonya dibobol maling. Kejadian di tokonyanyang berada di Walikukun itu sudah dua kali terjadi. Kejadian pertama pada Mei 2023.
“Pada Mei itu pelakunya melubangi tembok belakang toko. Yang nembus di gudang. Saat itu yang diambil rokok, kosmetik, dan obat-obatan. Total kerugian mencapai Rp120 juta,” kata Mundirin.
Sebelum itu, tokonya di Desa/Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi juga dibobol. Modusnya sama, yakni tembok belakang toko dilubangi. Pelaku mengambil rokok, obat, dan kosmetik.
BACA JUGA:
Sumber Mengering, Warga Bringin Ngawi Naik Bukit Ambil Air
“Yang di Ngrambe ini total kerugiannya Rp70 juta. Kejadian pencurian ini semua sudah daya laporkan polisi. Namun, pelakunya belum ditangkap,” katanya.
Dia mengharap, polisi bisa segera menangkap pelaku. Sehingga, ada efek jera dan pelaku usaha sepertinya bisa merasa aman. [fiq/but]






