Mojokerto (beritajatim.com) – Desa Dilem di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto miliki potensi wisata Bukit Semar.
Potensi keindahan latar belakang Bukit Semar dengan ketinggian 933 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini dikelilingi gugusan punggung-punggung Gunung Anjasmoro.
Untuk menunjang wisata Bukit Semar, masyarakat Desa Dilem kini mengembangkan usaha kuliner. Kuliner khas oleh-oleh dari Desa Dilem salah satunya adalah snack lokal atau sajian keripik dalam kemasan. Keripik kemasan itu dikembangkan melalui Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Mawar Melati.
Kepala Desa (Kades) Dilem, Heru mengatakan, TKM Mawar Melati saat ini mengembangkan Kampung Pusat Oleh-oleh keripik yang dimulai sejak 2022 lalu. Dengan melibatkan dan memperdayakan masyarakat setempat, saat ini anggota TKM Mawar Melati ada 13 warga Desa Dilem yang mayoritas adalah emak-emak.
“Tujuan terpenting adanya TKM nantinya dibuat pusat oleh-oleh aneka keripik, untuk menunjang pariwisata terutama wisata Bukit Semar di Desa Dilem. Selain wisata Bukit Semar, Desa Dilem juga memiliki banyak potensi wisata dan ekonomi kreatif,” ungkapnya, Jumat (11/8/2023).
Rencananya, lanjut Kades, Pemeriksaan Desa (Pemdes) melalui Bumdes (Badan usaha milik desa) akan mengembangkan usaha air kemasan yang bekerjasama dengan perusahaan. Ini lantaran di Desa Dilem ada mata air murni yakni Sendang Nambi yang lokasinya berada di pos 1 pendakian wisata Bukit Semar.
“Sendang Nambi di Pos 1 Bukit Semar itu yang menghidupi dua desa yaitu Desa Dilem dan Desa Kalikatir. Itu yang rencananya akan kita kembangkan untuk usaha Bumdes menjadi air kemasan. Air di Sendang Nambi layak konsumsi tanpa direbus dan sudah dites,” katanya.
Baca Juga: Cek Proyek Pelebaran Jalan, Kejari Kawal Proyek Strategis Daerah di Kabupaten Mojokerto
Pihaknya juga berencana akan membuat kandang ternak terpadu untuk menjaga lingkungan Desa Dilem sebagai desa wisata. Karena mayoritas kandang sapi milik warga berada di depan rumah berkolaborasi dengan Tahura untuk pengembangan wisata di Bukit Semar.
“Targetnya Desa Dilem bisa menjadi desa wisata. Nanti kita kembangkan wisata desa, kolam renang, wisata edukasi dan lain-lain di TKD termasuk penyewaan kandang terpadu,” ucapnya.
Sementara itu, Bendahara TKM Mawar Melati, Nunung Viliana mengatakan, usaha keripik merupakan inisiatif warga untuk menunjang pariwisata di Desa Dilem dan sekaligus bermanfaat mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.
“Untuk TKM kami tidak masuk Bumdes dan untuk produk kita diberi nama Mawar Melati. Ada 13 orang di kelompok kami dengan banyak variasi, ada kripik Talas, singkong, pisang, pare dan juga bayam. Untuk pemasaran di daerah terdekat,” jelasnya.
Saat ini, status Desa Dilem merupakan desa maju dan masih banyak proses untuk menuju desa mandiri dan desa wisata. Desa Dilem terletak di perbukitan wilayah paling ujung di Kabupaten Mojokerto yang hanya memiliki satu desa dan satu dusun dengan jumlah 225 jiwa atau 110 kepala keluarga (KK). [tin/ted]






