Surabaya (beritajatim.com) – Mendikbudristek RI Nadiem Makarim melepas 21 ribu lebih mahasiswa seluruh Indonesia untuk bertugas di 34 provinsi, termasuk di Jawa Timur.
Ada sebanyak 3.643 mahasiswa dari 141 kampus swasta maupun negeri di Jatim yang mengikuti program Kampus Mengajar oleh Ditjen Diktiristek tersebut. Mereka akan terjun ke 734 sekolah.
Nadiem mengatakan, program Kampus Mengajar ini sebagai salah satu program unggulan MBKM, dan telah berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di jenjang SD dan SMP.
“Perjalanan panjang MBKM membuktikan bahwa dalam menghadirkan kemerdekaan belajar, mahasiswa tergerak berkreasi dan berinovasi sebagai persiapan mengarungi lautan luas setelah lulus dari perguruan tinggi,” kata Nadiem, Kamis (10/8/2023).
Selama masa penugasan, mahasiswa akan berkolaborasi menyusun strategi pembelajaran literasi dan numerasi. Lalu melakukan pendampingan pemanfaatan dan pengelolaan buku bacaan bermutu. “Serta membantu guru dan tenaga kependidikan dalam mengakselerasi adaptasi teknologi yang akan membantu proses belajar mengajar,” kata Nadiem.
BACA JUGA:
Program Merdeka Belajar ITS Didukung Emil Dardak dan Nadiem Makarim
Sementara Dirjen PAUD Dikdasmen Iwan Syahril menilai bahwa sebagai program yang berorientasi pada peningkatan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik, Kampus Mengajar menjadi bagian penting melakukan pemulihan dan transformasi pembelajaran terutama pasca pandemi Covid-19.
“Sejak diluncurkan tahun 2020, program ini memegang peranan penting dalam membantu pemerintah melaksanakan upaya pemulihan dan transformasi pembelajaran pasca pandemi, khususnya di satuan pendidikan dasar yang menjadi sekolah sasaran,” ujarnya.
Sedangkan Sujarno, Kepala BBPMP Provinsi Jatim menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk mendukung pemulihan pembelajaran dan membangun ekosistem literasi di SD dan SMP.
BACA JUGA:
Bupati Jombang Terima Pesan Khusus dari Mendikbud Nadiem Makarim
Peserta diharapkan bisa memberikan warna baru dalam proses pembelajaran berbasis digital, dan menyenangkan. “Jadi, bagaimana mahasiswa ini memotivasi para guru untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran,” kata Sujarno.
Di Jatim sendiri, ribuan peserta nantinya akan disebar di 38 kabupaten/ kota untuk melaksanakan kegiatan mengajar di sekolah tingkat SD dan SMP). Kegiatan Kampus Mengajar ini dilaksanakan mulai 14 Agutus selama 3-4 bulan lamanya. [ipl/suf]






