Malang (beritajatim.com) – Arema FC semakin dalam terjebak di zona degradasi. Untuk kelima kalinya, Arema menelan kekalahan di Liga 1 musim ini.
Kekalahan terakhir mereka dapat atas PSIS Semarang dengan skor 2-0 pada laga yang digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Rabu (9/8/2023). Kekalahan ini membuat mereka semakin terjebak di dasar klasemen sementara Liga 1.
Pelatih Arema FC, Joko Susilo bahkan mengaku tidak bisa berkomentar banyak atas kekalahan ini. “Susah kami untuk berkomentar,” kata Joko Susilo usai laga.
Joko Susilo mengaku telah memberikan semua kemampuannya dalam laga ini. Strategi menutup area pertahanan dan penyerangan lawan sudah dia lakukan namun tidak efektif. Hasilnya, mereka kembali menelan kekalahan.
BACA JUGA:
Misi Kebangkitan Arema FC di Tengah Jadwal Padat
“Secara taktikal kami sudah menutup penyerangan dan bertahan mereka. Kami mengantisipasi bola dan juga punya peluang. Dan mereka (PSIS) sedikit sekali sebenarnya peluang di awal-awal sampai menit ke 60,” imbuh Joko Susilo.
Pelatih yang akrab disapa Getuk ini menuturkan bahwa para pemain Arema FC panik setelah kebobolan pertama. Gol Septian David Maulana meruntuhkan mental para pemain.
BACA JUGA:
Joko Susilo Punya Beban Kembalikan Mental Pemain Arema FC
“Tapi saya tidak tahu, nanti kita lihat lagi di video bagaimana gol itu terjadi dengan semudah itu lewat tendangan sudut. Seperti biasa setelah kebobolan mulai panik. Sebenarnya sudah sesuai yang kita inginkan tapi ya itu kebobolan di pertama tadi,” ujarnya. [luc/beq]






