Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) mengadakan tasyakuran dan santunan yatim piatu dan dhuafa dalam peringatan Muharram 1445 H. Kegiatan ini berlangsung di hall KH Abdurrahman Wahid lantai 7 Unisma, melibatkan 300 anak yatim piatu dan dhuafa sekitar kampus.
Dalam acara ini, Dekan FEB Unisma, Nur Diana, S.E., M.Si., juga menyerahkan beasiswa accommodation life kepada dua mahasiswanya, Berliana Imanda Putri dari program studi Manajemen dan Lutfia Fatma Ningrum dari prodi Perbankan Syariah yang lolos program student exchange ke National Pintung Technology University (NPTU) Taiwan.
Keduanya dinyatakan lolos pada semester gasal Tahun Akademik 2023-2024 dan akan berangkat pada akhir Agustus. Nur Diana mengatakan, beasiswa accommodation life merupakan bentuk komitmen fakultas dalam memantapkan diri sebagai kampus yang berdaya saing Internasional.

Pada awal sesi dilakukan pembacaan sholawat oleh pengasuh dan santri pondok pesantren Nikmatul Iman asuhan K.H Mukhayat dari Karangploso, Kabupaten Malang. Dekan FEB Unisma Nur Diana S.E, M.Si., mengatakan bahwa makna diselenggarakan tasyakuran ini sebagai bentuk rasa bersyukur civitas akademika atas pencapaian berbagai prestasi selama ini sekaligus menghormati hadirnya Bulan Suci Muharram 1445 H.
“Mewujudkan rasa syukur harus menanamkan rasa peduli, empati, dan kasih sayang terhadap sesama. Keberadaan Fakultas kami dengan segala capaian prestasi diharapkan mampu berkontribusi positif untuk masyarakat di sekitar,” kata Diana dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (10/8/2023).
BACA JUGA:
FEB Unisma Sambut Studi Banding dari Tax Center FEB UM
Lebih lanjut, Diana mengatakan bahwa capaian di kancah internasional, yaitu diterimanya akreditasi FIBAA dari Jerman untuk dua program studi (prodi), manajemen dan akuntansi merupakan buah kerja keras dan upaya inovatif yang sudah dibangun sebelumnya. Namun tidak bisa dikesampingkan adanya doa yang turut andil untuk pencapaian hal tersebut.
“Untuk itu mumpung berada di bulan yang penuh berkah, Bulan Muharram kita jadikan sebagai peringatan penting dari kalender Hijriah. Tujuannya adalah untuk memberi kesempatan bagi umat Muslim untuk mengenang dan merayakan keberadaan anak yatim,” kata Diana.
Tasyakuran yang berlangsung pada Senin 7 Agustus lalu ini bukan hanya tentang menyenangkan anak yatim piatu dengan hadiah atau hiburan, melainkan untuk memberi inspirasi kasih sayang, rasa peduli, dan perhatian. Santunan ini memberi kesempatan untuk memahami kedudukan dan hak anak yatim dalam Islam.
“Islam sangat menekankan pentingnya perlindungan dan perhatian pada mereka yang kurang beruntung, termasuk anak yatim. Peringatan ini mengajarkan umat muslim mengenai kewajiban moral dan sosial untuk melindungi hak anak yatim dan memberi perhatian khusus terhadap mereka dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya mengakhiri.
BACA JUGA:
FEB Unisma Sukses Jadi Tuan Rumah International Conference KRA X 2023
Sementara Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri MSi menyampaikan hal serupa bahwa pihaknya mengemban amanat untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Unisma saat ini melangkah dalam milestone entrepreneur university.
“Unisma senantiasa mendorong prodi dan fakultas untuk membuat terobosan-terobosan dalam kancah Internasional. Seperti yang dilakukan FEB Unisma tiada henti berlari untuk membuat terobosan inovatif dalam mendukung kompetensi lulusan yang berdaya saing internasional,” ungkap Rektor.
Di sisi lain, Dr. Mochtar Data M.Pd, sekretaris pembina yayasan Unisma, mengatakan kegiatan FEB Unisma sesuai dengan ajaran agama. Doa anak yatim mustajab dan didengar Allah SWT.
“Mudah-mudahan segala apa yang menjadi cita-cita mulia FEB Unisma dikabulkan,” tutur Dr Mochtar Data mendoakan fakultas. [dan/beq]






