Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 12 siswa Sekolah Staf dan Pimpinan menengah (Sespimmen) Polri melakukan kuliah kerja profesi atau KKP di Polres Gresik. Para siswa itu terdiri dari 11 orang dari Polri dan 1 orang dari TNI.
Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menuturkan, kegiatan KKP ini salah satu program pelatihan staf. Tujuannya agar siswa dapat memahami teori diajarkan melakukan kerjasama kelompok yang terjadi di masyarakat.
“Kuliah kerja profesi ini para siswa yang mengikuti pelatihan berpikir kritis, dan bisa memecahkan permasalahan,” tuturnya di sela-sela Pembukaan KKP Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke 63 Pokjar 15, Rabu (9/08/2023)
Alumni Akpol 2002 itu menambahkan, Polres Gresik secara nasional dipilih menjadi tempat penelitian selama melakukan KKP.
“Tujuan adanya KKP ini, siswa Sespimen Polri dapat mengikuti kuliah dengan baik serta memberi konstribusi yang tujuannya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kepolisian,” imbuhnya.
Ketua Tim KKP Sespimmen Mabes Polri, Kombes Pol Didik Mulyanto mengatakan, perwira menengah yang terpilih dalam kegiatan ini totalnya berjumlah 200 orang dari TNI dan Polri. KKP merupakan rangkaian pembelajaran. Nantinya mempelajari studi di lapangan serta pengabdian di masyarakat.
“Salah satu yang menjadi studi pembelajarannya di pengabdian masyarakat adalah bakti sosial serta pemberdayaan di bidang seni, ekonomi dan budaya,” katanya.
BACA JUGA:
Tak Banyak yang Tahu, Ini 5 Wisata Alam Gresik dengan Pemandangan Menakjubkan
Sementara itu, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Nur Fakih menyatakan kegiatan KKP tersebut sangat positif. Pasalnya, semua elemen masyarakat dilibatkan.
“Dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat maka tugas kepolisian di wilayah sangat kompleks,” pungkasnya. [dny/but]






