Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku ingin fokus di Surabaya. Pernyataan itu disampaikan saat ditanya soal peluangnya maju Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024.
“Saya pil koplo saja. Karena hari ini tugas saya adalah menyelesaikan kemiskinan. Karena kalau saya nggak bisa menyelesaikan kemiskinan dan macem-macem tambah koplo,” kata Eri, Selasa (8/8/2023).
Politisi PDIP ini pun menegaskan bahwa dia hanya ingin fokus menyelesaikan tugasnya dengan Surabaya untuk upaya menurunkan angka kemiskinan, pengangguran, maupun stunting.
“Wes ga usah mikil pil pil liyane, hari ini saya untuk orang Surabaya dan Insya Allah akan tetap di Surabaya. Saya tetap di Surabaya hari ini untuk menyelesaikan kemiskinan,” kata Eri.
Kandidat Cagub Jatim
Dari hasil riset yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC) mengenai kecenderungan perilaku politik warga Surabaya menjelang Pemilu 2024.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi secara elektabilitas namanya menyeruak di antara kandidat Cagub Jatim.
Tingkat elektabilitas Eri Cahyadi tercatat sebesar 18,4% dalam bursa Cagub Jatim, Angka ini menempel perolehan Tri Rismaharini yang mencatatkan angka sebesar 19,8%, kemudian ada Emil Dardak dengan 11,3%.
“Memang Khofifah masih memuncaki hasil survei elektabilitas di Jatim dengan 36,3%, dan sisanya, Syaifullah Yusuf dengan 3,3%, kemudian ada Anwar Sadat dengan 2,4%, Kusnadi dengan 1,8% serta Achmad Fauzi dengan 1,6%,” kata Peneliti Senior SSC, Surokim Abdussalam.
BACA JUGA:
Running Pilpres atau Pilgub Jatim, Khofifah Mulai Buka Suara
Lebih lanjut Surokim mengatakan berdasarkan fakta empirik, angka 36%, untuk seorang incumbent adalah bukan angka yang aman.
“Dengan fakta tersebut, di gelaran Pilgub 2024, Baik Risma, Eri maupun Emil akan menjadi penantang serius buat Khofifah. Apalagi jika dalam waktu tersisa menjelang 2024 ini Khofifah tidak bisa melahirkan program-program terobosan yang bisa merebut hati pemilih,” katanya. [asg/but]






