Ponorogo (beritajatim.com) – Video orang membuang kotoran manusia di depan sebuah apotek beredar di aplikasi pesan whatsapp di Ponorogo. Video yang berdurasi 15 menit itu, diambil dari Closed Circuit Television (CCTV) milik apotek tersebut.
Menurut penelusuran dari beritajatim.com, video itu diambil dari apotek Andara di Jalan KH. Ahmad Dahlan Kelurahan Nologaten Ponorogo. Berdasarkan keterangan dari video, diketahui kejadian itu pada tanggal 05-08-2023 pada pukul 04.07 WIB. Dari kamera CCTV yang dipasang di luar pintu apotek, ada seseorang yang mengeluarkan sesuatu dari kantong plastik.
Lalu, membuangnya di depan apotek yang saat itu masih tutup tersebut. Setelah barang sesuatu sudah jatuh di halaman apotek, orang itu lalu pergi begitu saja meninggalkan tempat itu.
“Tahu bahwa itu kotoran manusia ya paginya, saat karyawan saya mau membuka apotek,” kata Nunik Eko Septari, pemilik apotek Andara, Selasa (08/08/2023).
Awalnya, kotoran manusia yang berada di depan apotek milik Nunik itu, dikira kotoran dari orang gila yang sembarangan buang air besar. Namun, betapa terkejutnya setelah melihat dari rekaman CCTV. Nampaknya, ada orang yang sengaja membuang kotoran manusia itu, di depan apotek.
“Memang sengaja dibuanh di situ. Soalnya ditaruh di kresek plastik, terus oleh orang itu dikeluarkan dan langsung dibuang di depan apotek,” katanya.
Nunik mengaku bahwa dirinya juga belum tahu, siapa pelaku yang tega membuang kotoran manusia itu di depan apoteknya. Sebab, jika dilihat dari rekaman CCTV, wajahnya tidak jelas karena posisi kamera berada di atas.
Dia menyebut bahwa kejadian tidak mengenakkan itu baru pertama kali terjadi di tempat usahanya. Selama 4 bulan berjalan buka apotek di Jalan KH Ahmad Dahlan itu, tidak pernah terjadi apa-apa. Hubungan dirinya dan karyawan apotek dengan tetangga juga baik-baik saja.
“Waktu melihat rekaman itu juga kaget. Selama ini juga belum pernah kejadian seperti itu. Kejadian ini juga sudah kita laporkan ke ketua RT,” katanya.
Entah ini ada hubungannya atau tidak, menurut Nunik pasca kejadian itu, omset apoteknya menurun. Nunik berencana akan melaporkan kejadian itu, ke pihak berwajib. Ia ingin pelaku diberi efek jera, supaya tidak melakukan hal bodoh lagi. “Entah itu ada hubungannya atau tidak, tetapi memang pasca kejadian itu, omset apotek mengalami penurunan,” pungkasnya. (end/kun)
BACA JUGA: Petugas Gabungan Ponorogo Berupaya Padamkan Karhutla di Gunung Tapak Doro






