Blitar (beritajatim.com) – Ada yang unik dengan jalan di Dusun Semanding, Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Di Bulan Kemerdekaan ini, puluhan Bendera Merah Putih berkibar di sepanjang jalan berlubang di dusun tersebut.
Warga dusun sengaja memasang bendera untuk memperingati hari kemerdekan Republik Indonesia yang ke 78. Selain itu, pemasangan bendera ini juga ditujukan sebagai penanda jalan berlubang agar pengendara tidak jatuh ke saat melintas.
“Ini kan bulan Agustus, jadi ya kami pasang bendera tapi berbeda dengan tahun lalu, tahun ini kami pasang di jalan yang berlubang,” ujar salah satu warga, Eko, Selasa (8/8/2023).
Panjang jalan yang dipasangi bendera ini mencapai 1 kilometer, atau setara dengan panjang jalan berlubang di dusun tersebut. Pesan khusus memang ingin disampaikan oleh warga dusun di momen HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia ini.
Warga dusun berharap di momen hari kemerdekaan ini, jalan berlubang di tempatnya bisa segera diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Blitar. Pasalnya kondisi jalan berlubang ini sudah berlangsung cukup lama yakni lebih dari 2 tahun.
BACA JUGA:
Politisi di Blitar Gerebek Istri Sah Ngamar dengan Pria Lain
“Ya kami berharap jalan ini bisa segera diperbaiki di momen kemerdekaan ini, sudah lama rusak ini, ada kalau 2 tahun seperti ini,” imbuhnya.
Sebenarnya jauh sebelum pemasangan bendera, warga telah melakukan aksi protes berupa penanaman pohong pisang di sepanjang jalan rusak. Namun aksi itu tidak mendapatkan respon dari pemerintah.
Warga pun tetap membiarkan pohon pisang itu tetap berdiri di sepanjang jalan berlubang hingga sekarang. Kini warga desa memberikan tambahan penanda jalan berlubang dengan pemasangan bendera merah putih di samping pohon pisang telah dipasang terlebih dahulu.
“Jalannya ini rusak parah mas, selain berlubang jalan juga berdebu,” ungkapnya sembari menunjuk jalan yang rusak.
Jalan Semanding ini merupakan jalan penghubung antar dusun dan merupakan salah satu akses utama menuju pusat Pemerintahan Kabupaten Blitar yang berada di Kecamatan Kanigoro. Kerusakan jalan sendiri sebetulnya tidak terlalu parah jika dibandingkan wilayah Blitar selatan.
Namun kondisi jalan memang berlubang dan berdebu. Sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan kecelakaan.
“Kemarin ada audiensi dan insyallah katanya sudah disetujui kami tinggal menunggu realisasi saja,” tutupnya.
BACA JUGA:
JLS Blitar Segera Rampung, Tiga Trase Proses Lelang
Kondisi jalan Dusun Semanding ini menjadi salah potret buram, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Blitar. Berjarak kurang dari 6 kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten Blitar ternyata masih ada jalan rusak.
Lantas bagaimana dengan daerah atau desa yang berada di pesisir Bumi Penataran yang jaraknya puluhan kilometer. Data Dinas PUPR Kabupaten Bitar tercatat panjang jalan rusak di Bumi Penataran mencapai 300 kilometer.
Keterbatasan anggaran dan adanya refocusing anggaran saat pandemi lalu menjadi penyebab banyaknya jalan berlubang atau rusak terjadi di Kabupaten Blitar. Kini di tahun 2023 ini, Pemkab Blitar tengah melakukan upaya perbaikan di sejumlah titik.
Para pengguna jalan pun kini menantikan janji-janji Pemkab Blitar terkait perbaikan jalan. “Ya susah mas lewat, tapi ya gimana memang jalannya rusak padahal ini dekat dengan Kanigoro. Sebetulnya daerah selatan lebih parah lagi,” kata Komeng, pengguna jalan. [owi/beq]






