Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meresmikan wisata belanja alas kaki, PGS (Pusat Grosir Sepatu), Senin (7/8/2023). Menempati gedung milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto yakni eks Bentar Swalayan di Jalan Majapahit, Kelurahan Kranggan, PGS diklaim memiliki koleksi terlengkap.
Ada beraneka ragam model sepatu dan sandal buatan asli puluhan perajin di Kota Mojokerto memanjakan mata. Produk lokal buatan asli perajin Kota Mojokerto itu mulai dari Sneakers, Wedges, Peep toe heels, Flat shoes, Slip on, Boat Shoes dan masih banyak lagi sepatu pria/wanita dan anak.
Banyak pilihan model sepatu trendi dengan harga sangat terjangkau. Produk lokal alas kaki ini tak kalah dengan merk pabrik maupun produk luar negeri. Kini masyarakat semakin dimudahkan dengan datang di PGS untuk membeli sepatu hasil produksi dari 35 perajin di Kota Mojokerto.
Baca Juga: Remaja Putri Usia 14 Tahun di Jember Jadi Korban Pencabulan, Hamil 8 Bulan
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, peresmiam PGS sebagai wujud nyata untuk memfasilitasi perajin alas kaki di seluruh Kota Mojokerto. “Perajin alas kaki di Kota Mojokerto kita fasilitasi untuk bisa memasarkan produk atau hasil produksi, yaitu aneka sepatu dan sandal di Pusat Grosir Sepatu,” ungkapnya.
Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), masyarakat dapat membeli sepatu dengan harga terjangkau. Ada 35 perajin di Kota Mojokerto yang dikumpulkan dalam satu tempat sehingga sangat memudahkan bagi siapa saja yang ingin berwisata belanja alas kaki di Kota Mojokerto.
“Jadi tidak perlu keliling Kampung-kampung langsung saja ke PGS. Harganya, harga grosir pasti. Bisa beli eceran dengan harga grosir. Diharapkan kehadiran PGS ini dapat menjadi referensi masyarakat yang ingin membeli alas kaki dengan harga grosir,” katanya.
Baca Juga: Polrestabes Surabaya Tangkap Pengangguran Asal Sidotopo
Selain itu, PGS diharapkan dapat menunjang pariwisata di Kota Mojokerto untuk mewujudkan kota wisata sejarah dan budaya. Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) juga gencar melakukan promosi untuk memasarkan produk lokal Kota Mojokerto.
“PGS diharapkan bisa menunjang bagian ekosistem pariwisata yang tidak lepas dari oleh-oleh. Termasuk meningkatkan ekonomi masyarakat terutama perajin alas kaki di Kota Mojokerto. Mari kita kuatkan produk lokal untuk kesuksesan dan keberkahan bersama,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya menambahkan ,pembenahan gedung eks Bentar Swalayan sudah dilakukan dan kini sudah dapat dimanfaatkan menjadi PGS untuk perajin alas kaki yang ada di Kota Mojokerto.
Baca Juga: Empat Pelaku Curanmor Dibekuk Bersama 11 Sepeda Motor di Jember
“Pengembangan alas kaki di Kota Mojokerto posisinya nomor 2 setelah makanan dan minuman. PGS dapat menjadi icon baru di Kota Mojokerto yang dikenal sebagai produksi alas kaki di Jawa Timur. PGS adalah komitmen dari Wali Kota Mojokerto untuk memfasilitasi perajin alas kaki di Kota Mojokerto,” tuturnya.
Pihaknya juga mengapresiasi perajin alas kaki yang kompak untuk mewujudkan PGS tersebut. PGS diharapkan icon baru ketika mencari sepatu dengan kualitas yang baik tetapi dengan harga murah, sekaligus mendukung Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis budaya dan sejarah. [tin/ian]
![Pusat Grosir Sepatu, Wisata Belanja Alas Kaki di Kota Mojokerto Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Kepala Diskopukmperindag Ani Wijaya saat meresmikan pembukaan PGS di gedung eks Bentar Swalayan. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230807-WA0023_zhKuSPaE3S-1024x576.jpeg)





